get app
inews
Aa Text
Read Next : Sragen Uji Skema Mini Kompetisi untuk Pengadaan Seragam Gratis, Nilai Proyek Capai Rp4,16 Miliar

Sragen Masuk TOP 10 Penerima Penghargaan IDSD Jawa Tengah 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:52 WIB
header img
Bupati Sragen Sigit Pamungkas menerima penghargaan apresiasi pemanfaatan IDSD Jawa Tengah 2026 dari Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen di Boyolali, Rabu (19/8/2026). Foto: Kominfo/ Istimewa

BOYOLALI, iNewsSragen.idKabupaten Sragen masuk jajaran TOP 10 Kabupaten/Kota Penerima Penghargaan Apresiasi Pemanfaatan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Jawa Tengah 2026.

Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Sragen Sigit Pamungkas dari Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dalam rangkaian Upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Alun-Alun Kabupaten Boyolali, Rabu (19/8/2026).

Penghargaan tersebut diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai bentuk apresiasi kepada kabupaten/kota yang dinilai memanfaatkan IDSD sebagai instrumen untuk mendorong peningkatan daya saing daerah.

Capaian tersebut diraih Sragen setelah melalui serangkaian proses penilaian. Pemkab Sragen sebelumnya menyusun Laporan Pemanfaatan IDSD Kabupaten Sragen Tahun 2026 yang memuat analisis kondisi daya saing daerah, identifikasi kekuatan dan kelemahan, kesenjangan dengan wilayah pengembangan, prioritas intervensi, hingga rencana tindak lanjut.

Dokumen tersebut kemudian dinilai oleh dewan juri. Sragen berhasil masuk 15 besar dan melanjutkan ke tahapan presentasi serta wawancara yang disampaikan langsung oleh Bupati Sigit Pamungkas.

Setelah seluruh tahapan penilaian, Sragen ditetapkan sebagai salah satu dari 10 kabupaten/kota penerima penghargaan apresiasi pemanfaatan IDSD Jawa Tengah 2026.

Bupati Sigit Pamungkas mengatakan capaian tersebut menjadi motivasi bagi Pemkab Sragen untuk memperkuat pembangunan berbasis data, riset, dan inovasi.

Menurutnya, IDSD tidak semestinya hanya dipandang sebagai ukuran daya saing daerah. Indeks tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk membaca persoalan, menentukan prioritas, dan menyusun kebijakan pembangunan.

"Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana IDSD kita gunakan untuk membaca posisi Sragen, melihat apa yang masih kurang, kemudian kita tindak lanjuti melalui kebijakan dan program yang konkret," ujar Sigit.

Ia mengatakan pemanfaatan IDSD menjadi bagian dari upaya membangun Sragen yang semakin berdaya saing dan sejahtera.

Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Sigit menambahkan, peningkatan daya saing daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, Pemkab Sragen akan mendorong keterlibatan perangkat daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, serta pemerintah pusat dan provinsi.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuat hasil riset dan inovasi diterjemahkan menjadi kebijakan pembangunan yang lebih efektif.

"Pemanfaatan IDSD di Kabupaten Sragen sendiri tidak berhenti pada pengukuran angka indeks. Hasil analisis digunakan untuk membaca secara lebih tajam posisi daya saing Sragen, menentukan aspek yang perlu diperkuat, serta merumuskan strategi dan rencana aksi pembangunan," katanya.

Pendekatan tersebut diarahkan agar kebijakan pembangunan semakin berbasis data dan bukti dengan mempertemukan hasil analisis daya saing, dokumen perencanaan, riset dan inovasi daerah, serta program prioritas pembangunan.

Bagi Pemkab Sragen, penghargaan tersebut tidak hanya dipandang sebagai capaian, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus memperbaiki aspek daya saing yang masih menjadi tantangan dan mempertahankan keunggulan yang telah dimiliki.

Bukan Kompetisi Juara

Pemprov Jateng menegaskan penghargaan apresiasi pemanfaatan IDSD 2026 berbeda dengan kompetisi yang menetapkan juara pertama, kedua, dan ketiga.

Tidak terdapat peringkat juara dalam penghargaan tersebut. Pemprov Jateng memberikan apresiasi kepada 10 kabupaten/kota terpilih yang dinilai menunjukkan pemanfaatan IDSD untuk mendukung peningkatan daya saing daerah.

Berdasarkan Surat Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor S/000.9.6/548/2026 tertanggal 14 Agustus 2026, Kabupaten Sragen tercantum sebagai salah satu dari 10 kabupaten/kota penerima penghargaan.

Capaian tersebut diharapkan menjadi momentum bagi Pemkab Sragen untuk terus memperkuat penggunaan data, riset, dan inovasi dalam perencanaan pembangunan.

Dengan demikian, IDSD tidak berhenti sebagai angka indeks, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai salah satu instrumen untuk menentukan arah pembangunan yang lebih tepat sasaran, berdaya saing, sejahtera, dan merata.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut