Pasar Murah Pemkab Bantul Diserbu Ibu-Ibu, Beras hingga Telur Diburu
BANTUL, iNewsSragen.id — Ratusan warga, mayoritas ibu-ibu, menyerbu pasar sembako murah Pemkab Bantul di Guwosari, Pajangan, karena harga kebutuhan pokok lebih murah dari pasar.
Warga rela mengantre sejak pagi karena sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga di pasar. Selisih harga disebut berkisar Rp5.000 hingga Rp6.000 untuk sejumlah komoditas.
Dalam kegiatan tersebut, warga dapat membeli berbagai kebutuhan pokok, mulai beras, minyak goreng, telur ayam, gula, hingga bawang merah dan bawang putih.
Sebagian komoditas yang dijual merupakan produk UMKM masyarakat setempat. Keterlibatan produsen lokal dinilai dapat membantu menyediakan kebutuhan warga sekaligus memangkas sejumlah biaya distribusi.
Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean di lokasi pasar murah. Sejumlah warga bahkan rela menunggu untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang dinilai lebih terjangkau.
Wakil Bupati Bantul H. Aris Suharyanta turut meninjau pelaksanaan pasar murah tersebut. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat sekaligus melihat langsung ketersediaan kebutuhan pokok yang ditawarkan.
Menurutnya, kegiatan pasar murah tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga menjadi salah satu cara pemerintah memantau perkembangan harga dan ketersediaan barang di masyarakat.
Pemkab Bantul berencana mendorong pelaksanaan kegiatan serupa di sejumlah wilayah. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia.
Pemantauan secara langsung dinilai penting agar pemerintah dapat mengetahui kondisi harga di lapangan. Dengan demikian, kenaikan harga maupun kondisi ketika barang sulit ditemukan dapat segera diantisipasi.
Bagi warga, pasar murah menjadi kesempatan untuk mendapatkan sejumlah kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih ringan. Beras, minyak goreng, gula dan telur menjadi beberapa komoditas yang paling banyak diburu.
Selain harga yang lebih rendah, sejumlah warga juga menilai kualitas beberapa produk, seperti bawang merah dan gula, cukup baik dibandingkan produk sejenis yang biasa mereka temui di pasar tradisional.
Kegiatan tersebut sekaligus mempertemukan kepentingan masyarakat sebagai konsumen dengan pelaku UMKM sebagai produsen. Produk lokal dapat dipasarkan secara langsung, sementara warga memperoleh pilihan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Pemkab Bantul diharapkan dapat terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok secara berkala, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat.
Editor : Joko Piroso