Mahasiswa UMS Raih Medali Perak di China Lewat Inovasi Panel Dinding dari Limbah
Ariz mengatakan persaingan di Guangzhou cukup ketat karena peserta datang membawa teknologi dari berbagai negara. Namun, Kercal mendapat apresiasi juri karena menawarkan solusi berbasis ekonomi sirkular terhadap persoalan limbah.
“Para juri internasional sangat mengapresiasi Kercal karena dinilai memberikan solusi nyata berbasis ekonomi sirkular bagi permasalahan lingkungan global,” kata Ariz.
Radjabani menegaskan, capaian tersebut menjadi bukti mahasiswa Arsitektur UMS mampu menghasilkan inovasi yang kompetitif di tingkat internasional. Ia berharap Kercal tidak berhenti sebagai karya kompetisi.
“Harapannya, Kercal bisa terus dikembangkan, tidak hanya berhenti pada kompetisi, tetapi dapat masuk ke tahap pengembangan dan komersialisasi,” ujarnya.
Suharyani juga mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi material, tetapi mampu menciptakan inovasi yang memberi dampak bagi masyarakat, industri, dan lingkungan.
“Jangan melihat limbah sebagai sesuatu yang tidak bernilai, tetapi jadikan sebagai peluang untuk menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.
Editor : Joko Piroso