Jalan Beloran-Alun-Alun Sragen Direhabilitasi Rp11,7 Miliar, Dua Titik Diperkuat Beton
SRAGEN, iNewsSragen.id – Ruas Jalan Beloran hingga Alun-Alun Sragen direhabilitasi dengan nilai kontrak mencapai Rp11,798 miliar. Proyek tersebut mulai dikerjakan 3 Agustus 2026 dan ditargetkan selesai pada 30 Desember 2026.
Kepala Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sragen Aribowo Sulistyono mengatakan proyek tersebut dikerjakan CV Garuda sebagai penyedia jasa.
“Nilai kontraknya Rp11,798 miliar yang dikerjakan oleh CV Garuda. Waktu pelaksanaan mulai 3 Agustus sampai 30 Desember 2026,” ujar Aribowo saat ditemui Selasa (1/9/2026).
Rehabilitasi mencakup ruas jalan sepanjang sekitar 1,68 kilometer dengan lebar bervariasi antara 15 meter hingga 18,2 meter.
Dalam proyek tersebut, struktur jalan tidak seluruhnya menggunakan aspal. DPU menerapkan kombinasi hotmix dan beton atau rigid pavement pada sejumlah titik yang dinilai membutuhkan penguatan struktur.
Salah satunya berada di Simpang Tiga Jumbo atau Harmoni. Pada titik tersebut, pengecoran beton setebal 20 sentimeter dilakukan sepanjang sekitar 66 meter pada lajur sisi selatan dengan lebar kurang lebih 9 meter.
Titik penguatan beton lainnya berada di sekitar pos jaga polisi Pasar Kota.
Aribowo menjelaskan pemilihan konstruksi beton pada kedua lokasi tersebut berkaitan dengan tingginya beban kendaraan yang melintas dan berhenti.
“Di situ merupakan titik pertemuan dengan ring road selatan. Kendaraan berat sering berhenti, pengereman, lalu mulai jalan lagi. Hal itu memicu peningkatan beban tekan. Termasuk di lampu merah pos lantas Pasar Kota,” jelasnya.
Menurut Aribowo, konstruksi beton tersebut dirancang memiliki daya tahan hingga sekitar 20 tahun. Sementara lapisan aspal hotmix diproyeksikan memiliki umur layanan sekitar 10 tahun.
Lapisan hotmix yang digunakan memiliki ketebalan bervariasi antara 4 hingga 10 sentimeter. Pengerjaannya antara lain menggunakan metode cold milling atau pengupasan lapisan permukaan jalan sebelum dilakukan pelapisan kembali.
CFD Diliburkan Sementara
Pengerjaan rehabilitasi jalan berdampak terhadap aktivitas masyarakat di kawasan pusat kota. DPU menyebut koordinasi telah dilakukan bersama Dinas Perhubungan (Dishub), Satlantas Polres Sragen, dan Dinas Perdagangan.
Salah satu dampaknya adalah penghentian sementara kegiatan Car Free Day (CFD).
“Kami berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan terkait Car Free Day. Mungkin untuk tiga minggu ke depan CFD libur dulu,” kata Aribowo.
Pengaturan tersebut dilakukan selama tahapan pekerjaan berlangsung di kawasan yang terdampak proyek.
DPU juga menyampaikan pengerjaan pada sejumlah titik akan dilakukan secara bertahap untuk menyesuaikan kondisi lapangan dan kelancaran lalu lintas.
Untuk pekerjaan pengecoran di kawasan Simpang Tiga Jumbo, pengerjaan ditargetkan selesai sekitar 20 September 2026.
Masyarakat pengguna jalan diimbau memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama proyek berlangsung.
Ada Rencana Perbaikan ke Arah Pilangsari
Selain ruas Beloran-Alun-Alun, DPU Sragen juga menyinggung rencana penanganan jalan dari kawasan Alun-Alun menuju arah timur hingga Pilangsari.
Namun, ruas tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Aribowo menyebut pihaknya memperoleh informasi bahwa proyek penanganan ruas tersebut telah memasuki tahap penandatanganan kontrak pada awal September 2026.
Dengan berlangsungnya pekerjaan di sejumlah ruas, pengguna jalan diminta mengantisipasi potensi perlambatan perjalanan, terutama di sekitar lokasi proyek.
DPU Sragen memastikan pekerjaan rehabilitasi Jalan Beloran-Alun-Alun terus dipantau agar pelaksanaannya berjalan sesuai kontrak dan target waktu yang telah ditetapkan.
Editor: Joko Piroso