Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Petani Tebu Blora Kecewa, 18 Truk Muatan Tebu Ditumpahkan di Depan Pabrik Gula
Advertisement . Scroll to see content

Bantuan Pangan Beras 30 Kg untuk 3 Bulan Mulai Disalurkan di Sragen

Jum'at, 04 September 2026 | 20:02 WIB
  • author Joko Piroso
Bantuan Pangan Beras 30 Kg untuk 3 Bulan Mulai Disalurkan di Sragen
Kepala Cabang Bulog Surakarta Dwi Yuniarko.Foto: iNews/ Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.idPerum Bulog mulai menyalurkan bantuan pangan untuk masyarakat di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, sejak 18 Agustus 2026. Berbeda dengan penyaluran pada semester pertama, bantuan kali ini hanya berupa beras.

Kepala Cabang Bulog Surakarta Dwi Yuniarko mengatakan bantuan pangan tahun 2026 dibagi dalam dua periode. Penyaluran pertama dialokasikan untuk Februari-Maret, sedangkan penyaluran kedua untuk Juli, Agustus, dan September.

Pada penyaluran Februari-Maret, setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras dan minyak goreng sebanyak 4 liter untuk alokasi dua bulan.

Sementara pada penyaluran Juli-September, setiap penerima mendapatkan beras sebanyak 30 kilogram sekaligus untuk alokasi tiga bulan.

“Kalau di Juli, Agustus, September itu hanya untuk komoditi beras saja, untuk tiga bulan alokasi Juli, Agustus, September dan disalurkan sekaligus. Jadi satu penerima mendapatkan 30 kilogram,” kata Dwi, Jumat (4/9/2026).

147.886 Penerima di Sragen

Khusus Kabupaten Sragen, jumlah penerima bantuan pangan tercatat sebanyak 147.886 penerima. Dengan alokasi 30 kilogram beras per penerima, total kebutuhan beras untuk Sragen mencapai sekitar 4.436,58 ton.

Dwi mengatakan penyaluran di Sragen mulai dilakukan pada 18 Agustus 2026. Dari 20 kecamatan di Kabupaten Sragen, proses distribusi telah berjalan secara bertahap.

Sebanyak 11 kecamatan disebut telah mendapatkan dropping beras, sementara penyaluran kepada penerima di sembilan kecamatan lainnya masih berlangsung sesuai jadwal.

Bulog menargetkan seluruh penyaluran bantuan pangan selesai paling lambat 30 September 2026 sesuai target yang ditetapkan pemerintah.

Lansia dan Difabel Jadi Perhatian

Dalam pelaksanaan distribusi, Bulog juga melakukan evaluasi apabila menemukan penerima yang mengalami kendala untuk mengambil bantuan.

Dwi mengatakan penerima lanjut usia (lansia) maupun penyandang disabilitas menjadi salah satu perhatian dalam proses penyaluran.

“Kalau memang ada lansia atau difabel, kita berusaha mengomunikasikan bagaimana supaya bantuan juga sampai. Teman-teman di lapangan bisa mengantar atau membantu, akan kami optimalkan,” ujarnya.

Namun, secara umum mekanisme distribusi tetap dilakukan melalui titik penyaluran di tingkat kelurahan atau desa sesuai ketentuan yang berlaku.

Penerima bantuan pangan mengacu pada data penerima yang ditetapkan pemerintah, dengan kriteria desil satu hingga empat.

Warga Diimbau Tidak Menjual Bantuan

Bulog juga mengingatkan penerima agar bantuan beras yang diterima digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, bukan untuk diperjualbelikan.

Menurut Dwi, imbauan tersebut disampaikan baik saat sosialisasi maupun ketika bantuan akan disalurkan kepada masyarakat.

“Kami terus mengimbau warga maupun kepala desa agar menginformasikan bahwa bantuan jangan dijual, tetapi dipakai sendiri untuk kebutuhan sendiri,” katanya.

Dwi menambahkan, tidak terdapat ketentuan sanksi tertulis dari Bulog apabila bantuan tersebut dijual. Namun, penerima tetap diminta mengikuti ketentuan pemanfaatan bantuan sesuai peruntukannya.

Sementara itu, apabila terdapat perubahan atau penggantian penerima, prosesnya dilakukan berdasarkan mekanisme pendataan dan ketentuan yang berlaku.

Bulog memastikan proses penyaluran terus dievaluasi di lapangan agar bantuan pangan dapat diterima oleh masyarakat yang masuk dalam daftar penerima dan mengalami kendala akses dapat memperoleh penanganan sesuai kondisi masing-masing.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut