Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Penuh Haru, Kapolres Sragen Lepas 10 Personel dan ASN dalam Wisuda Purna Bhakti Bhayangkara
Advertisement . Scroll to see content

Polres Sragen Edukasi 115 Pelajar SMK Sakti Gemolong soal AI dan Etika Digital

Senin, 07 September 2026 | 18:58 WIB
  • author Joko Piroso
Polres Sragen Edukasi 115 Pelajar SMK Sakti Gemolong soal AI dan Etika Digital
Tim Trainer Polres Sragen memberikan pendampingan kepada pelajar SMK Sakti Gemolong saat mengikuti training pemahaman artificial intelligence (AI) di laboratorium komputer sekolah.Foto: Istimewa

SRAGEN, iNewsSragen.id – Sebanyak 115 pelajar SMK Sakti Gemolong, Kabupaten Sragen, mengikuti training pemahaman artificial intelligence (AI) yang digelar Tim Trainer Polres Sragen.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari edukasi kepada generasi muda agar mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memahami pemanfaatan AI secara bijak, kreatif, aman, dan bertanggung jawab, Senin (7/9/2026).

Ipda Yassaka dari Tim Trainer Polres Sragen mengatakan, 115 peserta dibagi ke dalam lima laboratorium komputer yang tersedia di lingkungan sekolah. Pembagian tersebut dilakukan agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif.

Di setiap laboratorium, para pelajar mendapatkan pendampingan langsung dari tim trainer. Dengan metode tersebut, peserta tidak hanya memperoleh materi secara teori, tetapi juga dapat mengenal pemanfaatan AI secara lebih interaktif.

Materi yang diberikan mencakup perkembangan artificial intelligence, manfaat AI untuk mendukung proses belajar, serta pemanfaatannya dalam mengembangkan kreativitas dan keterampilan di era digital.

Para pelajar juga mendapatkan pemahaman mengenai risiko penggunaan AI. Tim trainer mengingatkan agar kecerdasan buatan digunakan secara bertanggung jawab dan tidak menggantikan kemampuan berpikir maupun proses belajar siswa.

AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mencari referensi, mengembangkan ide, memahami materi, hingga meningkatkan keterampilan. Namun, penggunaannya tetap perlu disertai sikap kritis dan kebiasaan memeriksa kembali informasi yang diperoleh.

Pendampingan tujuh personel trainer di lima laboratorium komputer diharapkan membuat materi edukasi dapat diterima peserta secara lebih optimal.

Tim Trainer Polres Sragen berharap kegiatan tersebut dapat membantu membentuk pelajar yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memahami batasan, risiko, dan etika dalam menggunakan AI.

Perkembangan AI yang semakin pesat dinilai perlu diimbangi dengan kemampuan sumber daya manusia dalam memanfaatkannya secara tepat. Bagi pelajar, pemahaman tersebut penting agar teknologi dapat menjadi sarana pendukung pendidikan dan pengembangan potensi.

Melalui kegiatan ini, para siswa didorong menggunakan AI secara cerdas dan kreatif tanpa mengesampingkan proses belajar, kemampuan berpikir kritis, serta tanggung jawab.

Edukasi tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan pemanfaatan teknologi yang lebih aman kepada generasi muda di tengah semakin luasnya penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari.

Tim Trainer Polres Sragen berharap pemahaman yang diperoleh para pelajar dapat diterapkan dalam kegiatan belajar maupun pengembangan keterampilan. AI diharapkan tidak hanya dipandang sebagai teknologi canggih, tetapi juga sebagai alat yang perlu digunakan dengan pertimbangan, etika, dan tanggung jawab.

Editor: Joko Piroso

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut