Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Lansia di Pajangan Bantul Ditemukan Meninggal di Kebun, Polisi Pastikan Bukan Korban Penganiayaan
Advertisement . Scroll to see content

Siswi Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Bupati Usulkan Klinik dan Ambulans Siaga di Asrama

Rabu, 09 September 2026 | 19:31 WIB
  • author Joko Piroso
Siswi Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Bupati Usulkan Klinik dan Ambulans Siaga di Asrama
Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyampaikan rencana evaluasi layanan kesehatan Sekolah Rakyat setelah seorang siswi meninggal dunia usai mendapat penanganan medis, Selasa (8/9/2026).Foto: iNews/ Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.id – Siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi Sragen meninggal setelah mendapat perawatan medis. Bupati Sigit Pamungkas mengevaluasi layanan kesehatan di asrama.

ANF meninggal setelah sebelumnya mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan terkait sakit yang dialaminya.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen. Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap tata kelola dan sistem penanganan kesehatan siswa, terutama prosedur ketika siswa mengalami kondisi sakit dan membutuhkan respons cepat.

Hal tersebut disampaikan Sigit saat ditemui di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen, Selasa (8/9/2026).

Menurut Sigit, pengelolaan Sekolah Rakyat berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Namun, pelayanan kesehatan dasar bagi siswa tetap memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia di daerah.

"Berbagai kejadian yang ada di Sekolah Rakyat tentu kita sampaikan ke kementerian untuk diantisipasi," ujar Sigit.

Ia menjelaskan, sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Sragen telah terintegrasi secara daring. Ketersediaan kamar di rumah sakit juga dapat dipantau sehingga proses rujukan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi fasilitas kesehatan.

Namun, menurut Sigit, karakter Sekolah Rakyat sebagai sekolah berasrama dengan jumlah siswa yang cukup banyak membutuhkan kesiapan layanan kesehatan yang lebih spesifik.

Karena itu, Pemkab Sragen mendorong adanya peningkatan prosedur penanganan kondisi darurat serta respons cepat ketika siswa mengalami gangguan kesehatan di lingkungan asrama.

Bupati Usulkan Klinik Khusus

Sigit mengusulkan agar lingkungan Sekolah Rakyat, khususnya SR Mondokan, memiliki klinik kesehatan khusus. Selain itu, keberadaan ambulans yang siap digunakan juga dinilai penting untuk mendukung penanganan siswa apabila membutuhkan pertolongan atau rujukan.

"Mestinya ada klinik khusus. Kalau siswanya sudah banyak, harus ada. Karena setiap hari biasanya ada keluhan dengan intensitas tinggi, maka harus ada," katanya.

Menurutnya, fasilitas kesehatan khusus di lingkungan sekolah berasrama dapat membantu memberikan penanganan awal sebelum siswa dirujuk ke fasilitas kesehatan apabila memang diperlukan.

Pemkab Sragen juga akan mengevaluasi mekanisme pemeriksaan kesehatan awal atau screening terhadap calon siswa sebelum mereka mengikuti kegiatan pendidikan dan tinggal di asrama.

"Untuk screening awal, cek kesehatan standar dan dasar tentu ada. Namun keberadaan fasilitas medis dan prosedur kedaruratan di lingkungan sekolah berasrama akan terus kita hitung dan evaluasi agar ke depan penanganan siswa sakit bisa lebih efektif," ujar Sigit.

Evaluasi tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pelayanan kesehatan bagi seluruh siswa Sekolah Rakyat, termasuk kesiapan petugas sekolah dalam mengenali kondisi yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Pemkab Sragen juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait dan pemerintah pusat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pelayanan kesehatan di Sekolah Rakyat.

Sigit menegaskan, evaluasi dilakukan sebagai langkah antisipasi agar sistem penanganan kesehatan di sekolah berasrama dapat berjalan lebih efektif dan responsif terhadap kondisi siswa.

Editor: Joko Piroso

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut