UMY Raih Peringkat 12 UI GreenMetric 2026, Solar Panel hingga Rumah Sampah Jadi Andalan
YOGYAKARTA, iNewsSragen.id — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meraih peringkat 12 nasional dalam UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026. Capaian tersebut diikuti penguatan sejumlah infrastruktur dan program lingkungan di kawasan kampus.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UMY, Prof. Dr. Dyah Mutiarin, M.Si., mengatakan pembangunan infrastruktur berkelanjutan dilakukan secara bertahap. Salah satu prioritas ke depan adalah pemanfaatan energi surya pada gedung-gedung baru.
“Dalam gedung-gedung yang baru itu nanti akan menggunakan solar panel, jadi sudah tidak berbasis listrik konvensional,” ujar Dyah saat diwawancarai Sabtu (19/9/2026).
Menurut Dyah, sejumlah gedung dan lampu penerangan di lingkungan kampus juga telah menggunakan solar panel. Selain itu, UMY melakukan audit energi pada setiap unit kerja untuk mengidentifikasi penggunaan energi yang dinilai masih dapat diefisienkan.
Upaya pengelolaan lingkungan juga dilakukan melalui pembuatan sekitar 1.000 titik biopori di area parkir seluruh gedung kampus. Program tersebut ditujukan untuk mendukung daya resap air sekaligus berjalan bersama upaya mempertahankan pohon dan kawasan vegetasi.
Kelola Sampah Secara Mandiri
Pada sektor pengelolaan sampah, Dyah mengatakan UMY telah mengembangkan fasilitas pengolahan sampah secara mandiri melalui rumah sampah.
“Kita sudah melakukan pengelolaan sampah secara mandiri dan tidak tergantung pada TPA lagi. Tidak ada lagi sampah yang dibuang ke TPA, karena kita sudah punya rumah sampah yang menghasilkan kompos,” kata Dyah.
UMY juga tengah membangun lahan integrated farming di kawasan Ngrame, Kasihan. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung pengelolaan sampah organik dan plastik secara terpadu.
Selain itu, UMY sedang merancang teknologi pemanfaatan sampah organik sebagai sumber energi listrik skala kecil. Teknologi tersebut, menurut Dyah, diarahkan antara lain untuk kebutuhan sederhana seperti mengisi daya telepon seluler.
Pengelolaan air turut menjadi bagian dari program keberlanjutan kampus. Air bekas wudu di masjid kampus dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman. Sementara sebagian kebutuhan penyiraman menggunakan air dari telaga buatan di lingkungan kampus.
Langkah tersebut dilakukan untuk menekan penggunaan air sekaligus menjaga ketersediaan sumber daya air.
Dyah mengatakan berbagai program tersebut telah didukung perencanaan anggaran untuk tiga tahun ke depan. Anggaran tersebut mencakup penguatan Sustainability Center, pembangunan lahan integrated farming, perluasan penggunaan solar panel, serta peningkatan pengelolaan rumah sampah.
Menurut dia, pembangunan infrastruktur hijau tersebut menjadi bagian dari upaya UMY memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan di lingkungan kampus.
Editor: Joko Piroso