Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Nama Ketua dan Sekjen Dicatut, LAPAAN RI Minta Publik Waspada
Advertisement . Scroll to see content

Panen Raya Jagung, Plt Bupati Sukoharjo dan Gubernur Jateng Turun ke Sawah

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:34 WIB
  • author Nanang SN
Panen Raya Jagung, Plt Bupati Sukoharjo dan Gubernur Jateng Turun ke Sawah
Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo bersama Gubernur Jateng Achmad Luthfi panen raya jagung di Desa Karanganyar, Weru, Sukoharjo.Foto: Istimewa

SUKOHARJO,iNewsSragen.id — Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi panen jagung di Weru, Kamis (1/10/2026), untuk mendorong ketahanan pangan.

Panen raya digelar di lahan Gapoktan Krido Dharmo, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sukoharjo Nurjayanto, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Bagas Windaryatno serta sejumlah pemangku kepentingan.

Plt Bupati menyampaikan, jagung mulai menjadi komoditas yang menjanjikan bagi petani Sukoharjo. Data Januari-September 2026 menunjukkan luas panen jagung mencapai 747 hektare dengan perkiraan produksi 6.449 ton.

“Pertanian jagung adalah harapan baru di Kabupaten Sukoharjo. Kita berusaha terus mendorong peningkatan luas tanam,” ujar Sapto.

Ia mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama Pemkab Sukoharjo melalui Dinas Pertanian dengan dukungan pemerintah provinsi dan berbagai pihak. Perluasan lahan tanam dinilai penting agar produksi jagung terus meningkat.

Dalam kesempatan itu, Sapto juga meminta dukungan pemerintah provinsi dan para pemangku kepentingan untuk memperkuat pengembangan komoditas jagung di Sukoharjo.

Sementara itu, Ahmad Luthfi menyebut Jawa Tengah memiliki posisi penting dalam produksi jagung nasional. Pada 2025, produksi jagung Jateng mencapai sekitar 3,7 juta ton, sedangkan hingga September 2026 telah mencapai 2,68 juta ton.

“Jawa Tengah tetap meneguhkan sebagai lumbung pangan nasional, tidak hanya padi tetapi juga jagung,” kata Luthfi.

Berdasarkan Angka Tetap BPS 2025, produksi jagung Jateng mencapai 3,7 juta ton pipilan kering dengan kadar air 28 persen. Angka tersebut setara sekitar 17,02 persen dari produksi jagung nasional.

Menurut Luthfi, menjaga produksi pangan tidak cukup hanya dengan memperluas areal tanam. Petani juga membutuhkan kepastian lahan, air, pupuk, benih hingga alat dan mesin pertanian.

Ketersediaan air menjadi perhatian khusus karena produktivitas lahan sangat bergantung pada pasokan air, terutama ketika musim berubah.

“Masyarakat petani itu tidak akan bertanya tersier, sekunder, primer punya siapa. Prinsipnya airnya harus sampai lahan pertanian,” tegasnya.

Untuk memperkuat pasokan air, pemerintah dapat memanfaatkan sejumlah sumber, mulai dari sumur dalam, sumur dangkal, jaringan irigasi hingga embung. Ketersediaan pupuk juga dipastikan agar petani tidak terkendala memasuki musim tanam.

Luthfi menilai peluang peningkatan produksi pangan masih terbuka. Panen jagung masih berlangsung di sejumlah daerah meski sebagian wilayah mulai memasuki musim kemarau. Saat musim penghujan tiba, luas tanam diperkirakan kembali meningkat.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut