Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kekeringan Melanda 3 Kecamatan, Kejari Sukoharjo Kirim 11 Tangki Air Bersih
Advertisement . Scroll to see content

Kekeringan Sragen Meluas, 19.047 Jiwa Terdampak di 20 Desa

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:22 WIB
  • author Joko Piroso
Kekeringan Sragen Meluas, 19.047 Jiwa Terdampak di 20 Desa
Warga terdampak kekeringan di Sragen membawa berbagai wadah untuk mendapatkan bantuan air bersih yang didistribusikan ke wilayah terdampak, Oktober 2026.Foto: Istimewa

SRAGEN, iNewsSragen.id — Kekeringan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, meluas hingga 20 desa yang tersebar di delapan kecamatan. Kondisi tersebut membuat ribuan warga terdampak harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen per 4 Oktober 2026, sebanyak 5.684 kepala keluarga (KK) atau 19.047 jiwa terdampak kekeringan.

Di tengah keterbatasan sumber air, bantuan air bersih menjadi salah satu tumpuan warga. Namun, distribusi bantuan tidak berlangsung setiap hari sehingga sebagian warga memilih membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Waikem, salah seorang warga Desa Kowang, Kecamatan Sumberlawang terdampak, mengatakan warga biasanya langsung mendatangi lokasi ketika bantuan air bersih tiba. Mereka membawa berbagai wadah, mulai dari ember, galon hingga jeriken.

Menurut dia, bantuan air bersih kali ini datang setelah sebelumnya tidak ada pengiriman selama sekitar dua hingga tiga hari.

Kondisi tersebut membuat warga harus mencari alternatif lain untuk mendapatkan air. Salah satunya dengan membeli air bersih ketika pasokan bantuan belum tersedia.

Warga Desa Kowang lainnya, Suyatno, mengatakan kebutuhan air tetap harus dipenuhi meski bantuan tidak datang setiap hari. Menurut dia, warga bisa mengeluarkan biaya hingga Rp50.000 untuk mendapatkan sekitar 1.000 liter air bersih.

Pengeluaran tersebut menjadi beban tambahan bagi warga yang terdampak kekeringan karena kebutuhan air berlangsung setiap hari.

Saat bantuan air bersih datang, warga terlihat berbondong-bondong membawa wadah penampung untuk mendapatkan pasokan. Distribusi air menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air selama musim kemarau.

Data BPBD Sragen menunjukkan dampak kekeringan hingga awal Oktober 2026 mencakup 20 desa di delapan kecamatan. Jumlah warga terdampak mencapai 19.047 jiwa atau 5.684 KK.

Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan air bersih masih menjadi persoalan bagi warga di sejumlah wilayah Sragen. Selain distribusi bantuan, warga juga mengandalkan pembelian air ketika pasokan tidak tersedia.

Bagi masyarakat terdampak, ketersediaan air bersih bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menambah pengeluaran ketika mereka harus membeli air secara mandiri.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut