Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : UMY Raih Peringkat 12 UI GreenMetric 2026, Solar Panel hingga Rumah Sampah Jadi Andalan
Advertisement . Scroll to see content

Haedar Nashir Soroti Demokrasi dan Pengelolaan SDA, Minta Indonesia Benahi Akar Persoalan

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:40 WIB
  • author Trisna Purwoko
Haedar Nashir Soroti Demokrasi dan Pengelolaan SDA, Minta Indonesia Benahi Akar Persoalan
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan pandangan tentang konstruksi saat pembukaan Forkom GB-PTMA 2026 di Prime UMY Hotel Convention & Dormitory, Jumat (9/10/2026).Foto: Istimewa

BANTUL, iNewsSragen.id – Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menilai konstruksi keindonesiaan perlu dibenahi dari akar persoalan, bukan sekadar menyelesaikan masalah di permukaan. Menurutnya, sejarah panjang bangsa Indonesia perlu menjadi pijakan dalam membangun sistem politik, demokrasi, dan pengelolaan sumber daya alam (SDA).

Pandangan tersebut disampaikan Haedar saat membuka Forum Komunikasi Guru Besar Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (Forkom GB-PTMA) 2026 di Prime UMY Hotel Convention & Dormitory, Jumat (9/10/2026).

Di hadapan para guru besar, Haedar menekankan pentingnya memahami konstruksi keindonesiaan sebelum merumuskan solusi atas berbagai persoalan nasional. Ia mencontohkan, akademisi bidang ilmu politik perlu memahami bangunan politik Indonesia secara menyeluruh sebelum menawarkan penyelesaian masalah.

“Sehingga, jangan melompat ke masalah. Saya rasa, bangsa ini sering kurang kesabaran, termasuk dalam cara membangun sistem,” ujar Haedar.

Ia menilai, perubahan pada satu bagian sistem kerap diikuti keinginan untuk merombak keseluruhan bangunan. Dalam pandangannya, perkembangan demokrasi, hak asasi manusia (HAM), dan pluralisme yang berlangsung secara liberal juga perlu dievaluasi agar dapat dikelola sesuai konteks keindonesiaan.

Haedar pun mendorong rekonstruksi pemahaman mengenai demokrasi dan HAM. Ia merujuk sila keempat Pancasila sebagai salah satu landasan demokrasi Indonesia yang, menurutnya, perlu kembali mendapat perhatian dalam perjalanan reformasi.

Selain politik, Haedar menyoroti pengelolaan sumber daya alam. Menurutnya, perdebatan mengenai tambang dan komoditas tertentu perlu diikuti pembahasan mendasar mengenai tujuan pemanfaatan kekayaan alam bagi kesejahteraan masyarakat.

“Dalam memakmurkan sumber daya alam ini, jangan dikuras habis-habisan, tetapi juga jangan dibiarkan untuk tidak dikelola,” jelasnya.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut