Abah Syarif Sentil Rocky Gerung soal Masuk Lingkaran Istana: Harus Lebih Hebat
SRAGEN, iNewsSragen.id – KH Syarif Hidayatullah atau Abah Syarif menyoroti posisi Rocky Gerung di lingkaran kekuasaan dan mengingatkan pejabat agar mengutamakan kesejahteraan rakyat. Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda Plosorejo, Gondang, Kabupaten Sragen, itu mengingatkan agar pejabat negara tetap mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Abah Syarif saat ditemui di lingkungan pondok pesantrennya, Sabtu (10/10/2026), bertepatan dengan momentum Hari Santri.
Dengan gaya bicara khas yang lugas dan diselingi humor, Abah Syarif menilai kritik terhadap pemerintah dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap jalannya pemerintahan. Ia pun menyampaikan pesan satir terkait dinamika yang mengiringi Rocky Gerung di lingkaran istana.
“Semoga masuk istana lebih hebat daripada sebelum masuk istana,” ujar Abah Syarif.
Ia juga menyoroti pentingnya kinerja nyata bagi siapa pun yang mengemban tugas di lingkungan pemerintahan, termasuk mereka yang menjalankan fungsi pertimbangan kepada presiden. Menurutnya, jabatan dan bertambahnya jumlah personel harus diikuti tanggung jawab serta kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.
“Kalau banyak piring, ya seharusnya banyak kerja dong,” cetusnya sambil tertawa.
Bagi Abah Syarif, pejabat negara harus mampu menjalankan fungsi strategis untuk mendorong kemajuan bangsa sekaligus memastikan kebijakan pemerintah memberikan perlindungan dan manfaat bagi masyarakat.
Ia mengingatkan agar kepentingan rakyat kecil tidak terabaikan dalam proses pengambilan kebijakan. Menurutnya, pemerintah perlu menjaga agar masyarakat tidak dirugikan oleh kebijakan yang kurang memperhatikan kebutuhan mereka.
Selain menyoroti dinamika politik nasional, kiai yang aktif membina kemandirian santri melalui sektor pertanian dan kewirausahaan lokal itu juga berpesan agar para pemangku kebijakan memberikan kemudahan kepada masyarakat.
“Pejabat itu harus memberi kemudahan dan kemurahan kepada rakyatnya. Negara jangan sampai dikuasai oleh kapitalis, komunis, sosialis, atau borjuis. Pancasila harus jaya abadi selamanya,” katanya.
Abah Syarif menekankan bahwa jabatan publik semestinya dijalankan dengan orientasi pelayanan, bukan sekadar kedudukan atau simbol kekuasaan. Ia berharap setiap pejabat mampu menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat melalui kebijakan dan tindakan nyata.
Di akhir perbincangan, Abah Syarif kembali melontarkan seloroh mengenai kemungkinan adanya “pementasan wayang” di Monas. Ia mengatakan akan menunggu perkembangan dan respons Rocky Gerung dalam dinamika politik yang tengah berlangsung.
“Ya nanti tunggu saja, sambil menunggu apa itu reaksinya Rocky Gerung begitu saja,” ujarnya.
Pernyataan Abah Syarif tersebut menjadi catatan sekaligus pengingat agar dinamika di lingkaran kekuasaan tetap diikuti dengan kinerja yang terukur, keterbukaan terhadap kritik, dan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat.
Editor: Joko Piroso