Juragan Sragen Scale Up 2026, 70 UMKM Berebut Penghargaan dan Hadiah Rp200 Juta
SRAGEN, iNewsSragen.id – Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sragen terus didorong melalui kolaborasi pelaku usaha, perbankan, dan organisasi pengusaha. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Juragan Sragen Scale Up Business Competition 2026, ajang yang dirancang untuk mendorong pelaku UMKM mengembangkan bisnis dan memperluas peluang usaha.
Direktur BPR Syariah Sragen, Fachrudin Nur, mengatakan potensi usaha lokal masih dapat dikembangkan melalui pendampingan dan perluasan skala bisnis. Ia menyebut satu unit bisnis UMKM berpotensi menghasilkan omzet sekitar Rp500 juta hingga Rp1 miliar per tahun. Namun, angka tersebut merupakan gambaran potensi yang disampaikan narasumber, bukan omzet seluruh peserta kompetisi.
“Lompatan-lompatan dan ekspansi bisnis inilah yang akan kita dukung dan kita dampingi,” ujar Fachrudin.
Menurut dia, pendampingan diperlukan agar pelaku usaha mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya membantu peningkatan skala usaha, tetapi juga memperkuat kontribusi UMKM terhadap perekonomian daerah.
Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sragen, Joko Pramono, menyatakan pihaknya berkomitmen mendukung pelaku usaha melalui diskusi dan pendampingan berkala. Forum tersebut diharapkan menjadi sarana bagi peserta untuk membahas perkembangan bisnis, berbagi pengalaman, dan mencari solusi atas tantangan usaha.
“Kita akan lakukan diskusi, pendampingan, yang insya Allah akan dilakukan pertemuan rutin juga berkala. Dalam pertemuan itu, kita selalu berdiskusi dan memperbarui perkembangan terbaru,” kata Joko.
Seleksi Peserta hingga 10 Besar
Dalam kompetisi tersebut, panitia mencatat 70 pendaftar dari kalangan UMKM. Proses seleksi dilakukan secara bertahap, dimulai dari pemeriksaan administrasi hingga menyisakan 50 peserta. Seleksi berikutnya mengerucutkan jumlah peserta menjadi 25 besar, sebelum akhirnya ditetapkan 10 peserta terbaik.
Penyelenggara juga menambah jumlah pemenang utama dari rencana awal tiga orang menjadi enam orang. Keputusan tersebut diambil setelah melalui diskusi bersama dewan juri, yang menilai para nomine menunjukkan kualitas dan potensi usaha yang layak mendapat apresiasi.
Total hadiah yang disiapkan mencapai Rp200 juta. Hadiah tersebut tidak seluruhnya berupa uang tunai, tetapi juga mencakup voucher dan produk penunjang usaha yang diharapkan dapat membantu pengembangan bisnis para penerima.
Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan bagi pelaku usaha, tetapi juga diharapkan memperluas perhatian terhadap potensi UMKM lokal. Melalui proses seleksi, peserta mendapat kesempatan menunjukkan perkembangan usaha sekaligus memperoleh pengakuan atas upaya yang telah dilakukan.
Kolaborasi antara BPR Syariah Sragen, HIPMI Sragen, dan pihak penyelenggara diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk pendampingan yang terarah. Dukungan tersebut penting agar pelaku UMKM mampu memperbaiki pengelolaan usaha, memperluas pasar, dan menyusun strategi ekspansi sesuai kapasitas bisnis masing-masing.
Melalui Juragan Sragen Scale Up Business Competition 2026, pengembangan UMKM diharapkan tidak berhenti pada pemberian penghargaan. Pendampingan berkelanjutan menjadi salah satu langkah untuk mendorong pelaku usaha naik kelas dan memperkuat ekonomi Kabupaten Sragen.
Editor: Joko Piroso