Angin Kencang Terjang 5 Kecamatan di Sragen, 153 Rumah di Tangen Rusak
SRAGEN, iNewsSragen.id – Hujan lebat disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Sragen, Rabu (4/11/2026) petang. Bencana hidrometeorologi yang terjadi sekitar pukul 17.50 WIB itu menyebabkan puluhan pohon tumbang, merusak rumah warga, serta mengganggu akses jalan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen, R. Triyono Putro, mengatakan dampak kejadian tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Gemolong, Sumberlawang, Miri, Tangen, dan Jenar.
Berdasarkan asesmen sementara BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan relawan, kerusakan rumah paling banyak dilaporkan di Kecamatan Tangen. Sebanyak 153 rumah di Desa Galeh mengalami kerusakan ringan, terutama pada bagian atap dan genting.
Dampak angin kencang di Tangen tercatat mengenai 153 kepala keluarga atau 412 jiwa. Kerugian material sementara ditaksir mencapai Rp58,9 juta.
Di Kecamatan Miri, kerusakan terjadi di Desa Gilirejo, Gilirejo Baru, dan Girimargo. Sebanyak 11 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat, termasuk dapur dan teras yang roboh.
Enam warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Mereka dibawa ke RS Gemolong untuk mendapatkan penanganan medis. Kerugian material di wilayah tersebut diperkirakan mencapai Rp112,75 juta.
Sementara itu, di Kecamatan Sumberlawang, angin kencang berdampak pada Desa Kacangan, Ngandul, Hadiluwih, dan Ngargotirto. Sebanyak tujuh rumah dan satu tempat usaha mengalami kerusakan. Lima pohon juga dilaporkan tumbang.
Dampak di Sumberlawang tercatat mengenai delapan keluarga atau 19 jiwa, dengan taksiran kerugian Rp18,3 juta.
Di Kecamatan Gemolong, sebuah pohon mahoni berdiameter sekitar 40 sentimeter tumbang di Jalan Purwodadi-Solo KM 21, tepatnya di depan RS Yaksi, Desa Kragilan. Pohon tersebut sempat mengganggu akses jalan umum.
Adapun di Kecamatan Jenar, angin kencang menerjang Desa Banyurip, termasuk Dukuh Sempu, Genengsari, Bungkus, Ngingkung, Sidomulyo, dan Jarak. Sejumlah rumah serta fasilitas umum, termasuk Mushola Nurul Yakin, dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap dan genting.
Triyono mengatakan BPBD menerima laporan dari relawan dan media sosial pada pukul 18.09 WIB. Personel bersama relawan, termasuk TRC Tanon dan Relawan Ganefo, kemudian diterjunkan untuk melakukan asesmen, pendataan, serta penanganan darurat.
"BPBD Kabupaten Sragen bersama unsur relawan langsung melakukan asesmen, pendataan, serta penanganan darurat di lokasi kejadian," ujarnya.
Proses evakuasi pohon tumbang di sejumlah titik sempat terkendala karena beberapa pohon masih tersangkut jaringan kabel listrik. Petugas mengutamakan keselamatan dan berkoordinasi dengan pihak terkait sebelum melakukan penanganan.
Hingga kini, BPBD masih berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, dan relawan untuk memantau situasi serta membantu warga membersihkan puing bangunan dan pohon tumbang.
Warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan mulai bergotong royong memperbaiki atap secara mandiri. Sementara itu, warga yang mengalami kerusakan berat mendapatkan pendampingan lanjutan.
Triyono mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim peralihan menuju penghujan dan potensi cuaca ekstrem. Pemerintah Kabupaten Sragen juga tengah memproses penerbitan surat edaran tentang kewaspadaan dini menghadapi musim hujan.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, Pemkab Sragen dijadwalkan menggelar sarasehan bersama relawan pada Jumat (6/11/2026) malam di Pendopo BPBD Sragen. Kegiatan tersebut direncanakan dihadiri Bupati Sragen dan jajaran terkait, serta ditutup dengan apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.
Editor: Joko Piroso