Banjir Sukoharjo Lumpuhkan Aktivitas Warga, Sekolah hingga Permukiman Terendam
SUKOHARJO,iNewsSragen.id — Dampak banjir yang melanda Sukoharjo kian meluas setelah hujan lebat mengguyur sejak Selasa (14/4/2026) sore hingga Rabu (15/4/2026) dini hari. Luapan anak Sungai Bengawan Solo tak hanya merendam jalan dan permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas pendidikan di sejumlah wilayah.
Air menggenangi kawasan di Kecamatan Baki, Grogol, dan Gatak. Sejumlah jalan perkampungan tergenang, akses warga terganggu, dan rumah-rumah ikut terendam. Kondisi ini membuat aktivitas harian masyarakat tersendat, terutama di titik-titik dengan genangan cukup tinggi.
Dampak paling signifikan terjadi di sektor pendidikan. Belasan sekolah dasar (SD) dan satu sekolah menengah pertama (SMP) terendam banjir, memaksa kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara. Air bahkan masuk hingga ke ruang kelas dan ruang guru, membuat lingkungan sekolah tidak memungkinkan untuk aktivitas belajar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, menyebutkan bahwa genangan air tidak hanya berada di halaman sekolah, tetapi juga merusak fasilitas pendidikan.
“Air masuk ke ruang kelas hingga ruang guru. Ini tentu sangat mengganggu proses belajar mengajar, sehingga sementara kami liburkan sampai kondisi memungkinkan,” ujarnya usai meninjau sekolah yang terdampak banjir, Rabu (15/4/2026) pagi.
Beberapa sekolah mengalami dampak cukup parah, terutama di wilayah yang berdekatan dengan aliran sungai. Ruang kelas, kantin, hingga fasilitas penunjang lainnya tergenang air, meningkatkan risiko kerusakan sarana pendidikan.
Editor : Joko Piroso