Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo menyelamat diri dari lemparan peserta aksi demo di Mako Brimob Batalyon C Pelopor, Manahan.Foto:iNews/Nanang SN
Namun, pernyataan itu tak cukup meredam emosi. Massa yang semakin tersulut berusaha menerobos gerbang timur Markas Brimob hingga jebol. Situasi makin mencekam saat road barrier dibakar dan lemparan batu bertubi-tubi diarahkan ke dalam markas.
Pasukan Dalmas akhirnya menembakkan gas air mata untuk mencegah eskalasi lebih besar, sementara kendaraan taktis Barakuda dikerahkan di depan markas. Hingga pukul 16.00 WIB, ratusan massa ojol masih bertahan, sementara aparat berjaga ketat.
Humas Aksi Gabungan Driver Ojol Solo Raya, Djoko Saryanto, menegaskan aksi ini murni bentuk solidaritas. “Kami turun karena duka dan marah atas terbunuhnya saudara kami Affan Kurniawan di Jakarta. Ini aksi solidaritas nasional,” katanya.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait