SRAGEN, iNewsSragen.id - Puluhan warga Dusun Gadek RT 07, Desa Gilirejo, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, menggelar doa bersama dan selametan di atas ruas jalan rusak yang telah mereka keluhkan selama bertahun-tahun. Aksi ini menjadi bentuk ikhtiar sekaligus jeritan hati warga yang hampir satu dekade hidup berdampingan dengan kondisi jalan yang memprihatinkan tanpa kepastian perbaikan.
Doa bersama tersebut sengaja dilakukan tepat di atas badan jalan yang rusak parah. Warga berharap, melalui cara sederhana ini, Pemerintah Kabupaten Sragen tergerak untuk segera memberi perhatian serius. Jalan tersebut selama ini menjadi sumber kecemasan karena kerap memicu kecelakaan dan menyulitkan mobilitas warga.
Jalan sepanjang kurang lebih 800 meter itu merupakan akses utama sekaligus satu-satunya bagi warga Dusun Gadek untuk beraktivitas ke luar wilayah. Jalan tersebut digunakan warga menuju pasar, sekolah, pusat desa, hingga ke pusat Kabupaten Sragen.
Dusun Gadek sendiri berada di wilayah paling ujung Desa Gilirejo dan berbatasan langsung dengan genangan Waduk Kedungombo. Di dusun ini tinggal sekitar 250 jiwa dari 60 Kepala Keluarga (KK) yang sepenuhnya bergantung pada akses jalan tersebut untuk menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial.
Warga menilai kondisi jalan kini semakin membahayakan, terutama saat musim hujan karena licin dan berlubang. Kendaraan roda dua kerap tergelincir, sementara mobil sulit melintas.
Menanggapi keluhan warga, Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengakui masih banyak ruas jalan rusak di wilayahnya. Bahkan, menurutnya, ada sejumlah jalan lain dengan kondisi yang lebih parah dan telah berlangsung bertahun-tahun.
“Di Sragen itu banyak jalan yang rusak, bahkan ada yang lebih buruk dari itu dan sudah berlangsung lama,” ujar Bupati Sigit Pamungkas, Senin (5/1/2026).
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
