SUKOHARJO,iNewsSragen.id – Bupati Sukoharjo Etik Suryani resmikan bantuan tiga sumur bor dalam di Desa Karangwuni, Kecamatan Weru, wilayah yang selama ini dikenal rawan kekeringan setiap musim kemarau. Kehadiran sumur bor tersebut menjadi solusi nyata atas krisis air bersih yang kerap dialami warga.
Peresmian sumur bor dalam yang dikemas melalui program TNI Manunggal Air itu dipusatkan di Dusun Ngentak, Rabu (21/1/2026). Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sukoharjo bersama Kodim 0726/Sukoharjo dan PT Berkah Solo Berdikari (Berseri).
Turut hadir dalam acara tersebut Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Sahputra, Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, Direktur Utama PT Berkah Solo Berdikari Agung Dwi Sulistyo, jajaran Forkopimda, serta para kepala desa se-Kecamatan Weru.
Dalam sambutannya, Bupati Etik menegaskan bahwa pembangunan tiga sumur bor dalam di Desa Karangwuni merupakan bentuk keseriusan Pemkab Sukoharjo dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah selatan Sukoharjo yang rentan kekeringan.
“Sumur bor dalam ini dibangun di tiga dusun, yakni Karangwuni, Suruhan, dan Ngentak. Ini adalah wujud sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan pihak swasta untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Air adalah kebutuhan dasar dan sumber utama kehidupan,” tegas Etik.
Menurutnya, Pemkab Sukoharjo telah melakukan pemetaan potensi sumber air di kawasan rawan kekeringan yang berdekatan dengan pemukiman warga. Ke depan, pembangunan sumur bor dalam serupa tidak menutup kemungkinan akan diperluas ke wilayah lain yang mengalami persoalan serupa.
“Tujuan kami jelas, agar masyarakat tidak lagi kesulitan air bersih saat kemarau. Saya berharap sumur ini dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh warga,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Desa Karangwuni Sri Margono menyampaikan bahwa keberadaan tiga sumur bor dalam tersebut akan dimanfaatkan oleh ratusan kepala keluarga. Selama ini, warga harus bergantung pada bantuan air bersih dari Pemkab maupun berbagai pihak ketika musim kemarau tiba.
“Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami. Selama bertahun-tahun, air bersih menjadi masalah utama saat kemarau. Sekarang kami punya solusi jangka panjang,” pungkasnya.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
