Rakorsus Lazismu Jateng Bahas Sinergi Masjid, Koperasi, dan Penguatan Ekonomi Umat

Joko Piroso
Pengurus Lazismu Jawa Tengah dan pimpinan Muhammadiyah berfoto bersama Bupati Sragen Siigit Pamungkas usai pembukaan Rakorsus persiapan program Ramadhan dan Idul Adha 1447 H di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sragen, Sabtu (7/2/2026).Foto:iNews/Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.id - Lazismu Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) dalam rangka persiapan program Ramadhan dan Idul Adha 1447 Hijriah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sragen, Sabtu–Minggu (7–8/2/2026). Kegiatan ini diikuti jajaran pengurus Lazismu se-Jawa Tengah sebagai forum konsolidasi dan perumusan langkah strategis pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen, KH Ali Rosyidi, menyampaikan Rakorsus menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kekompakan Lazismu di tingkat wilayah. Ia menegaskan, Muhammadiyah melalui Lazismu memiliki komitmen kuat mendukung pemerintah dalam membangun kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah harus dilakukan secara amanah, profesional, dan berdampak nyata bagi umat. Inilah bentuk kontribusi Muhammadiyah dalam membantu negara menyejahterakan masyarakat,” ujar KH Ali Rosyidi.

Sementara itu, Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., mengungkapkan bahwa total penghimpunan dana oleh Muhammadiyah di Jawa Tengah telah melampaui Rp80 miliar. Kabupaten Sragen disebut menjadi salah satu daerah penyumbang terbesar, menempati peringkat tiga se-Jawa Tengah.

Menurut Sofyan Anif, sejak awal berdirinya Muhammadiyah memiliki karakter kuat dalam menolong sesama dan berbuat kebaikan tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun ras. Nilai tersebut dinilai sejalan dengan berbagai program pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menyinggung rencana sinergi antara masjid Muhammadiyah dengan Kementerian Koperasi melalui pengembangan ritel berbasis masjid. Program ini dirancang untuk memperkuat ekonomi jamaah, dengan skema dukungan permodalan yang dapat digunakan membangun unit usaha ritel di lingkungan masjid melalui badan koperasi yang legal.

“Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi. Dari pengelolaan ritel ini diharapkan pendapatan jamaah meningkat, sehingga kesadaran dan kemampuan berzakat juga ikut tumbuh,” jelasnya.

Editor : Joko Piroso

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network