Sementara itu Wakil Ketua Persatuan Purnawirawan Polri, Bambang Susilo, menyoroti pentingnya peningkatan pengawasan dalam pelayanan SKCK serta optimalisasi layanan berbasis online agar lebih mudah diakses masyarakat.
Masukan juga datang dari kalangan akademisi. Wakil Rektor Universitas Sragen, Siti Rofiatun Rosida, berharap Polres Sragen mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih humanis serta responsif terhadap dinamika generasi muda, khususnya generasi Z di era digital.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolres Sragen menegaskan bahwa seluruh saran yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pelayanan publik di Polres Sragen.
Menurutnya, peningkatan pelayanan publik menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
“Kami ingin pelayanan Polres Sragen benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Prinsipnya, pelayanan harus cepat, profesional, transparan dan berkeadilan,” kata AKBP Dewiana.
Melalui Forum Konsultasi Publik ini, Polres Sragen berharap mampu meningkatkan kualitas pelayanan di berbagai bidang, mulai dari pelayanan laporan masyarakat di SPKT, penerbitan SIM dan SKCK, hingga penanganan perkara pidana oleh Satreskrim.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Polres Sragen dalam memperkuat pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) sebagaimana program reformasi birokrasi di lingkungan Polri.
Dengan adanya forum dialog terbuka ini, Polres Sragen menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya bagi masyarakat Kabupaten Sragen.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
