Menurutnya, hiburan itu tidak hanya untuk menghibur, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan imbauan keselamatan berlalu lintas dan pesan kamtibmas kepada para pengguna jalan.
“Melalui hiburan musik ini kami ingin menghadirkan suasana mudik yang lebih ceria. Di sela-sela lagu, kami juga menyampaikan imbauan keselamatan berkendara agar pemudik tetap berhati-hati di jalan,” kata Anthonius disela kegiatan, Minggu (15/3/2026) malam.
Hiburan musik tersebut terselenggara bekerjasama dengan masyarakat, relawan ambulans, Satlantas Polres Sukoharjo, serta dukungan PT Arta Jayendra Perkasa yang dipimpin H Rusli.
Selain live musik yang jadwalkan digelar tiap malam selama delapan hari dimulai H-1 operasional pospam, juga ada kegiatan pembagian peci dan bagi-bagi 450 dus paket takjil kepada masyarakat yang kebetulan melintas.
Anthonius juga mengingatkan para pemudik agar tidak memaksakan diri saat lelah. Pospam Kartasura, kata dia, dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Bahkan, pemudik yang ingin melepas penat dipersilakan ikut bernyanyi di panggung sederhana tersebut.
“Silakan kalau ada pemudik yang ingin bernyanyi. Mungkin baru kali ini ada sensasi bernyanyi di Bundaran Tugu Kartasura,” imbuhnya.
Melalui cara sederhana namun hangat itu, Pospam Kartasura mencoba menghadirkan wajah pelayanan polisi yang lebih dekat dengan masyarakat, membuat perjalanan mudik tak hanya aman, tetapi juga penuh cerita.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
