Lana Saria mengungkapkan bahwa berdasarkan klasifikasinya, Gunungapi Lawu masuk ke dalam kategori gunungapi tipe B. Artinya, gunung ini tidak pernah lagi mengalami erupsi magmatik setelah tahun 1600, meski masih menunjukkan gejala aktivitas vulkanik pasif.
“Tidak ada catatan sejarah tentang aktivitas Gunungapi Lawu di masa lalu. Aktivitas vulkanik Gunungapi Lawu saat ini berupa aktivitas gas solfatara di Kawah Candradimuka,” jelasnya.
Untuk memantau kondisinya, tim dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah melakukan penyelidikan geokimia berkala pada tahun 2021 dan 2023.
Hasil penelitian menunjukkan komposisi gas di Kawah Candradimuka masih dalam batas normal, yang terdiri dari uap air.
“Hasil pengukuran suhu di Kawah Candradimuka menunjukkan nilai 90,8‒92 ℃ yang mengindikasikan tidak terjadi kenaikan lava ke permukaan,” tegasnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
