Harga Telur Anjlok, Peternak Ayam di Blora Terancam Gulung Tikar

Heri Purnomo
Ketua Paguyuban Peternak Telur Blora, Suwito, menunjukkan pakan ayam dan hasil produksi telur di kandangnya. (Foto:iNews/Heri P).

BLORA, iNewsSragen.idPeternak ayam petelur di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tengah menghadapi tekanan berat akibat anjloknya harga telur di tingkat peternak. Di saat harga jual terus menurun, biaya produksi, khususnya pakan ternak, masih bertahan tinggi sehingga keuntungan peternak semakin tergerus.

Kondisi tersebut dikhawatirkan mengancam keberlangsungan usaha peternakan rakyat apabila tidak segera diikuti perbaikan harga di pasaran.

Ketua Paguyuban Peternak Telur Blora, Suwito, mengatakan harga telur yang rendah tidak sebanding dengan biaya produksi yang harus dikeluarkan peternak setiap hari.

"Harga pakan tinggi, sementara harga telur turun. Kondisi ini membuat peternak terus merugi," ujarnya.

Menurut Suwito, salah satu penyebab melemahnya harga telur adalah menurunnya permintaan pasar. Selain itu, berakhirnya kebutuhan pasokan telur untuk sejumlah program, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa wilayah, turut memengaruhi tingkat serapan hasil produksi peternak.

Namun demikian, beban terbesar justru berasal dari tingginya harga pakan ternak. Sebagian besar bahan baku pakan masih bergantung pada pasokan impor sehingga biaya produksi belum mengalami penurunan meski harga telur terus melemah.

Editor : Joko Piroso

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network