Dukungan penuh terhadap kegiatan ini juga disuarakan oleh Ketua Forum Budaya Mataram (FBM) sekaligus Penasihat Forum Komunitas Masyarakat Sriwedari (Foksri) BRM Kusumo Putro. Ia hadir memimpin keterlibatan berbagai komunitas di kawasan Sriwedari, mulai dari paguyuban kios buku, Pujasari, hingga para pelaku UMKM lokal.
Kusumo yang juga menjadi Ketua Dewan Penyelamat dan Pemerhati Seni Budaya Indonesia (DPPSBI) ini menjelaskan, bahwa ritual jamasan gamelan merupakan bentuk penghormatan tertinggi kepada warisan para leluhur, khususnya Sri Susuhunan Pakubuwono X.
"Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Rangkaian acara jamasan tadi menyucikan beberapa gamelan pusaka peninggalan PB X, di antaranya Kyai Bagus, Nyai Denok, dan Kyai Slamet," jelasnya.
Kusumo pun berharap melalui momentum bulan Suro ini, sinergi antara masyarakat, komunitas, dan Dinas Pariwisata dapat terus berjalan harmonis.
"Semoga ke depannya acara ini dapat dikemas secara lebih besar, lebih meriah, dan tetap lestari menjadikan Solo sebagai Kota Seni dan Budaya," pungkasnya.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
