Akibat kejadian tersebut, area bengkel seluas 12 meter persegi dari total bangunan 40 meter persegi hangus tak tersisa. Sekira 85 persen bangunan beserta isinya terbakar, sedangkan 15 persen lainnya berhasil diselamatkan petugas.
Margono menyebut kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp15 juta dari total nilai aset sekitar Rp25 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Pemilik bengkel, Tukiman, menjelaskan kebakaran terjadi saat dirinya sedang menambal ban sepeda milik pelanggan. Percikan api dari tungku pembakar tambal ban tiba-tiba menyambar bahan mudah terbakar di area kerja hingga kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan bengkel.
Warga yang melihat api langsung berupaya melakukan pemadaman awal sembari menghubungi petugas Damkar Sukoharjo.
Di balik peristiwa tersebut, Damkar Sukoharjo mengingatkan tingginya intensitas kebakaran selama Juli 2026. Berdasarkan data rekapitulasi, jumlah kejadian telah mencapai puluhan kasus dengan rata-rata dua hingga tiga kebakaran setiap hari.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
