Ketua Tim Perikanan Tangkap Bidang Perikanan DKP3 Sragen, drh. Puri Hidayani, mengatakan ikan sapu-sapu dapat diolah melalui proses fermentasi sederhana.
"Potensi banget untuk pupuk cair (POC). Membuatnya sederhana dan gampang diaplikasikan. Ikan sapu-sapu dicacah kecil, lalu difermentasikan menggunakan EM4 dan molase selama tiga minggu," jelas Puri.
Menurutnya, pengolahan tersebut tidak membutuhkan teknologi atau mesin mahal. Setelah melalui proses fermentasi dan penyaringan, pupuk organik cair dapat dimanfaatkan untuk tanaman.
"Setelah disaring, pupuk tersebut siap digunakan, misalnya untuk tanaman jagung saat air WKO sedang surut," imbuhnya.
Pemanfaatan ikan sapu-sapu menjadi pupuk diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif penanganan populasi ikan invasif sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Sementara itu, pembahasan bersama antara nelayan, DPRD, dan dinas terkait diharapkan menghasilkan langkah penanganan yang lebih terukur, sehingga dampak terhadap alat tangkap dan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar Waduk Kedung Ombo dapat ditekan.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
