BANTUL, iNewsSragen.id – Diskominfo Bantul membekali siswa SMP dengan literasi digital agar bijak bermedia sosial, kritis menerima informasi, dan bertanggung jawab di ruang digital.
Melalui program Siswa Cakap Digital, para siswa diajak memahami cara memanfaatkan ruang digital secara bijak, sekaligus mengenali berbagai risiko yang muncul dari penggunaan internet tanpa kontrol.
Program tersebut digelar di 10 SMP di Kabupaten Bantul. Kegiatan perdana berlangsung di SMP Negeri 2 Kasihan, Selasa (11/8/2026), dalam format lokakarya yang melibatkan narasumber dan siswa dalam diskusi interaktif.
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bantul, Jumakir, yang menjadi salah satu narasumber, mengingatkan siswa agar tidak sekadar menjadi pengguna media sosial, tetapi mampu memanfaatkannya untuk membangun jejaring dan kegiatan positif.
Menurutnya, waktu di ruang digital sebaiknya digunakan untuk hal yang memberikan manfaat. Siswa juga diajak menerapkan prinsip saring sebelum sharing serta menghindari tindakan perundungan siber (cyberbullying).
Sementara itu, Ketua Ruang Kolaborasi Pemuda sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Adarma Nusantara, Muhammad Asruri Faishal Alam, menyoroti tantangan lain yang muncul seiring meningkatnya aktivitas anak dan remaja di ruang digital.
Menurutnya, internet memberikan kemudahan memperoleh informasi secara cepat. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol juga dapat menghadirkan apa yang disebut sebagai “kebisingan digital”.
Salah satunya berupa kebiasaan membandingkan diri dengan gambaran kehidupan orang lain di media sosial. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang menetapkan standar diri berdasarkan gambaran yang belum tentu mencerminkan kehidupan sebenarnya.
Selain itu, terdapat fenomena fear of missing out (FOMO), yakni kekhawatiran tertinggal informasi, tren, atau aktivitas yang dilakukan orang lain. Tekanan untuk terus mengikuti perkembangan tersebut dapat membuat pengguna merasa harus selalu terhubung dengan media sosial.
Tantangan lainnya adalah information overload, ketika seseorang menerima terlalu banyak informasi dalam waktu bersamaan sehingga sulit memilah mana informasi yang relevan dan dapat dipercaya.
Asruri juga mengingatkan pentingnya mengatur waktu penggunaan perangkat digital. Penggunaan layar secara berlebihan dapat berdampak pada pola istirahat dan keseimbangan aktivitas sehari-hari.
Karena itu, siswa tidak hanya membutuhkan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan mengendalikan diri dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab ketika berada di ruang digital.
Melalui program Siswa Cakap Digital, Diskominfo Bantul mendorong pelajar agar menjadikan internet sebagai ruang untuk belajar, berkreasi, membangun jejaring, dan mengembangkan potensi.
Literasi digital juga diharapkan membuat siswa lebih kritis dalam menerima informasi, tidak mudah menyebarkan konten yang belum terverifikasi, serta mampu menjaga etika ketika berinteraksi di media sosial.
Dengan bekal tersebut, ruang digital diharapkan tidak menjadi sumber persoalan bagi pelajar, melainkan menjadi sarana yang mendukung proses belajar dan perkembangan mereka secara positif.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
