Lisnia juga memastikan kecelakaan tersebut tidak mengganggu distribusi MBG pada hari berikutnya. SPPG Lembeyan Wetan akan menggunakan kendaraan pengganti agar penyaluran makanan tetap berjalan.
Saat ini, SPPG Lembeyan Wetan melayani distribusi MBG untuk 25 sekolah dan dua posyandu di dua desa. Untuk mendukung kegiatan tersebut, tersedia dua kendaraan operasional.
Bantah Kendaraan Melaju Kencang
Lisnia membantah dugaan kecelakaan terjadi karena kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi atau dikemudikan secara ugal-ugalan.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya, kecelakaan dipicu pintu boks samping yang tidak tertutup rapat hingga terbuka dan mengenai tiang jaringan di pinggir jalan.
“Bukan karena ugal-ugalan. Kejadiannya karena pintu boks samping tidak tertutup rapat, kemudian mengenai tiang WiFi dan membuat mobil oleng. Kecepatannya juga tidak tinggi,” katanya.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
