Kapolres Sragen melalui Kapolsek Masaran AKP Priyatno membenarkan adanya perkara kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
“Korban sudah dievakuasi dan langsung dirujuk ke RSUD Dr. Moewardi Solo untuk menjalani proses autopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” kata AKP Priyatno, Minggu (13/9/2026).
Autopsi dilakukan untuk membantu kepolisian mendapatkan informasi medis yang diperlukan dalam proses penyidikan, termasuk terkait luka yang dialami korban.
Sementara itu, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang mengetahui kejadian tersebut. Sejumlah saksi dimintai keterangan untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.
Dugaan sementara, aksi kekerasan tersebut berkaitan dengan persoalan lama mengenai pembagian air untuk pengairan sawah di wilayah setempat. Namun, kepolisian masih mendalami informasi tersebut untuk memastikan motif sebenarnya.
Polisi juga masih memeriksa terduga pelaku guna memperoleh keterangan mengenai latar belakang dan kronologi kejadian.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
