SOLO, iNewsSragen.id - Musyawarah Kota (Muskot) Percasi Kota Solo periode 2026-2030 diwarnai ketegangan internal saat agenda pemilihan pengurus, Minggu (13/8/2026). Sejumlah pengurus dan klub lama sempat melayangkan protes keras terkait transparansi tata kelola organisasi hingga proses verifikasi klub.
Perwakilan Klub Beteng Keraton Chess Club (BKCC), Budi Setiyadi, menumpahkan kekecewaannya langsung di dalam forum. Budi menilai jadwal verifikasi terkesan mendadak dan dipaksakan.
"Kami minta mundur sampai tanggal 30 disetujui, tapi mendadak lagi sampai tanggal 13. Permasalahan internal belum selesai, mengapa harus Muskot," ujar Budi dalam forum Muskot Percasi Solo.
Selain urusan jadwal, Budi mengkritik langkah perombakan atau reshuffle pengurus oleh ketua periode sebelumnya yang dinilai tanpa melalui mekanisme pertandaan (SP 1 dan SP 2), serta tidak adanya Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) selama tiga tahun kepengurusan.
"Kan seharusnya ada SP 1, SP 2 dulu bukannya langsung," ucapnya.
Budi juga menyoroti hasil verifikasi 13 klub. Budi membeberkan ada lima klub lama yang tidak diverifikasi maupun diundang, sementara klub-klub baru justru mendadak lolos.
"Padahal klub yang mendidik atlet malah tidak. BKCC setiap lomba turunkan minimal 5 atlet, saya yang bayari. Tapi karena tidak cocok dengan pengurusan ini, atlet utama kami pindah kota. Harusnya duduk dulu, musyawarah dulu, baru kita kerjakan bersama-sama," tegasnya.
Editor : Joko Piroso
