Menanggapi gejolak tersebut, Pimpinan Sidang Muskot, Guntur Wahyu Nugroho, menilai dinamika dan perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Menurutnya, kepengurusan justru berupaya merapikan tata kelola dengan mendata ulang klub-klub yang ada.
"Dinamika internal itu biasa ada keberatan. Makanya ini forumnya untuk menyelesaikan keberatan-keberatan. Nanti akan kita diskusikan, perdebatkan, kita bahas, lalu kita temukan solusinya," jelas Guntur.
Guntur memastikan Muskot tetap berjalan sesuai agenda utama, yakni memilih Ketua Percasi Solo periode 2026-2030. Saat ini terdapat dua kandidat yang mengapung, yakni Nafis Mahendra dan Taufiqurrahman. Syarat pencalonan mewajibkan kandidat memiliki KTP Solo serta mengantongi dukungan minimal dari dua klub terverifikasi.
"Total hak suara dalam Muskot ini berasal dari 13 klub terverifikasi ditambah 5 Koordinator Kecamatan (Korcam), sehingga berjumlah 18 hak suara," terangnya.
Meski sempat ada gejolak, ia berharap pemilihan ketua baru bisa segara mendapat ketua baru.
"Harapannya dari Muskot nanti dapat menghasilkan ketua baru yang mampu membawa tata kelola organisasi lebih baik serta mengoptimalkan pembinaan dan prestasi catur di Solo," pungkasnya.
Editor : Joko Piroso
