Sementara itu, pemilik perusahaan, Suwardi, mengatakan kobaran api cepat membesar karena kondisi angin serta keterbatasan sarana yang dimiliki perusahaan untuk menghadapi kebakaran.
Terkait penyebab kebakaran, informasi awal menyebut api diduga berasal dari puntung rokok yang kemudian memicu bara di sekitar area kerja. Namun, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp1,3 miliar.
Besarnya kerugian terutama berasal dari bangunan, bahan baku kayu, peralatan produksi, serta produk kerajinan yang berada di dalam area pabrik.
Pihak terkait masih melakukan pendataan terhadap dampak kebakaran. Pemeriksaan juga diperlukan untuk memastikan titik awal api dan penyebab pasti kebakaran.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena perusahaan tersebut merupakan penghasil kerajinan kayu jati yang memasok produk untuk pasar ekspor.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
