Pamit Bekerja di Kebun Sawit, 3 Pemuda asal Ngringo Karanganyar Jadi Korban KMP Virgo 8

Tabita Shinta
Ayah Ahda, Nurul Bahri. (Foto: iNews/ Shinta).

Di Semarang, mereka mendapat pendidikan bersama pekerja yang lain sebelum berangkat ke Kalimantan lewat Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, naik Kapal Virgo Tansport 8 pada Sabtu (12/9/2026)

Sebelum berangkat, Ahda juga sempat pamit kepada saudara, tetangga, dan saudaranya. Disaat terakhir, Bahri sempat membujuk Ahda untuk tidak berangkat, namun keteguhan niat putranya untuk bekerja tetap tidak luntur.

"Sebelum berangkat saya bilang oke lah. Terus dia pamitan, salaman, sampai pelukan erat. Dan saya bilang ke Ahda, maafin Abi ya kamu bisa jadi tidak ketemu Abi lagi, atau Abi bisa jadi tidak ketemu Adha lagi. Itu saat pelukan erat," ucapnya.

Alasannya orangtua tidak memberikan izin, karena Ahda belum lulus sekolah. Namun anaknya ingin segera mandiri.

Saat di Semarang, Ahda masih sempat menghubungi keluarga, bahkan sempat meminta dibelikan paket internet. Ahda juga sempat menghubungi saat akan pergi ke Tanjung Perak.

Editor : Joko Piroso

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network