Nasrudin Soroti Polemik Parluh PSHT: Jangan Jadikan Madiun Arena Konflik Lama

Joko Piroso
Praktisi hukum sekaligus warga PSHT Pusat Madiun, Nasrudin.Foto: Istimewa

Nasrudin juga menanggapi pernyataan yang menggunakan metafora Madiun sebagai "bapak" dan keinginan untuk kembali ke Madiun.

Menurut dia, jika Madiun dipandang sebagai rumah bersama, maka kepulangan seharusnya membawa kedamaian, bukan membuka kembali persoalan lama.

"Kalau Madiun dianggap sebagai bapak, maka seorang anak yang pulang seharusnya membawa kedamaian, bukan kembali membawa pertengkaran yang selama bertahun-tahun belum selesai," ujarnya.

Ia mengingatkan agar Madiun tidak dijadikan tempat untuk mengulang konflik internal organisasi yang belum selesai.

"Jangan datang kembali ke Madiun hanya untuk membawa pertarungan lama," tegas Nasrudin.

Polemik Parluh PSHT 2026 sendiri masih berkaitan dengan dinamika internal organisasi. Pemerintah dan aparat menyatakan keputusan untuk tidak menggelar kegiatan tersebut di Madiun didasarkan pada pertimbangan keamanan, sementara pihak PSHT kubu M. Taufiq menyampaikan keberatan dan menyatakan akan menempuh jalur hukum.

Editor : Joko Piroso

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network