Juru Bicara Laskar Anti-Money Politic, Firman, mengatakan kelompok tersebut akan berkoordinasi dengan aparat terkait apabila menemukan dugaan politik uang atau intimidasi.
“Kami akan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan aparat terkait temuan adanya money politik, intimidasi Pilkades,” ujarnya, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, gerakan tersebut lahir dari kesadaran warga untuk menjaga integritas Pilkades agar proses pemilihan berlangsung sesuai prinsip demokrasi dan menghasilkan pemimpin desa melalui proses yang bebas dari tekanan.
Salah satu bakal calon Kepala Desa Gentan, Samrodin, mengapresiasi deklarasi yang dinilainya merupakan langkah pengawalan dan pendampingan oleh Laskar Anti Money Politik Sukoharjo dalam tahapan pilkades.
"Kehadiran teman-teman laskar ini membantu menciptakan suasana pilkades yang damai, bersih dari politik uang, serta bebas dari intimidasi.," katanya.
Pilkades serentak 2026 digelar di 126 desa di Kabupaten Sukoharjo. Pemkab menyiapkan anggaran Rp3,78 miliar untuk mendukung seluruh tahapan hingga pemungutan suara pada 10 Desember 2026.
Deklarasi damai dan gerakan warga antirpolitik uang diharapkan menjadi bagian dari pengawasan bersama agar Pilkades berlangsung aman, adil, transparan, serta menghormati pilihan masyarakat.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
