Anton menjelaskan, durasi istirahat yang sebelumnya 15 menit kini diperpanjang menjadi 30 menit. Konsekuensinya, waktu pulang siswa ikut mundur sekitar 15 menit.
“Manajemen waktunya memang lebih lama. Kalau dulu istirahat 15 menit, sekarang kita tambah jadi setengah jam. Konsekuensinya jam pulang anak-anak agak mundur sekitar 15 menit,” jelasnya.
Pihak sekolah berharap penerapan metode tersebut dapat terus dievaluasi agar manfaatnya tetap diperoleh tanpa mengurangi waktu belajar secara berlebihan.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah menambah titik penyajian atau mendekatkan lokasi pengambilan makanan ke area kelas. Dengan begitu, antrean siswa di satu titik dapat dikurangi dan waktu makan menjadi lebih efisien.
“Harapan kami ada evaluasi agar tidak membebani waktu yang lebih lama. Misalnya titik penyajian ditambah atau makanan diambil di ruang khusus, lalu dimakan di kelas masing-masing,” kata Anton.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
