Selain itu, titik api cenderung menyebar ke arah atas lereng. Kondisi ini menyulitkan manuver helikopter, terutama di kawasan dengan ketinggian yang disebut mencapai sekitar 10.000 kaki.
Vegetasi pohon cemara yang mendominasi kawasan tersebut juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan api mudah menyebar, terlebih ketika angin bertiup kencang.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim pemadam di darat bekerja sama dengan petugas operasi udara. Salah satu upaya yang dilakukan yakni membuat parit-parit pembatas guna menyekat pergerakan api.
Pembuatan sekat api diharapkan dapat mempersempit area penyebaran kebakaran, sehingga pelaksanaan water bombing menjadi lebih efektif.
Petugas menyebut, evaluasi operasi sebelumnya menunjukkan bahwa kondisi angin di kawasan pegunungan menjadi tantangan tersendiri. Selain membatasi pergerakan helikopter, kondisi medan yang curam juga membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan perhitungan yang cermat.
Pada hari kedua, operasi udara dimaksimalkan dengan dua sortie menggunakan helikopter Super Puma dan dua sortie menggunakan MI-17. Keselamatan awak pesawat tetap menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan operasi.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
