Sigit menyebut dua persoalan utama yang perlu mendapat perhatian adalah infrastruktur dan kemiskinan. Menurut data yang dipaparkannya, terdapat 136 ruas jalan yang telah lebih dari lima tahun belum diperbaiki, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp120 miliar.
Selain jalan, kebutuhan penerangan jalan juga menjadi perhatian. Sigit menyebut kebutuhan di Sragen mencapai sekitar 23.000 titik, sedangkan yang tersedia baru sekitar 5.000 titik. Untuk wilayah perkotaan, dari kebutuhan 5.000 titik, baru sekitar 2.000 titik yang terpasang. Pemerintah Kabupaten Sragen mengalokasikan Rp20 miliar untuk penerangan jalan pada 2027.
Di bidang kesejahteraan, Sigit menyebut angka kemiskinan Sragen masih berada di level 11,22 persen. Pemerintah daerah, katanya, akan melanjutkan program bantuan pendidikan dan biaya hidup bagi warga tidak mampu, termasuk buruh, petani, dan penyandang disabilitas.
Ia juga menyoroti persoalan rumah tidak layak huni (RTLH). Dari sekitar 21.000 warga dalam desil 1 hingga 5, menurut data yang disampaikannya, sebanyak 17.000 rumah dinilai tidak layak huni. Pada 2026, Pemkab Sragen menargetkan perbaikan 2.000 RTLH.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
