Gesekan Ormas di Purworejo Terkendali, Aparat Bertindak Cepat Jaga Kondusivitas
PURWOREJO – Situasi keamanan terkait dinamika dan potensi gesekan antarorganisasi kemasyarakatan (ormas) di Purworejo sepanjang 2024 hingga 2025 terpantau relatif kondusif. Meski demikian, aparat keamanan tetap mencatat adanya sejumlah peristiwa kriminal yang melibatkan individu tertentu dan tidak merepresentasikan organisasi secara keseluruhan.
Salah satu kasus terjadi pada Desember 2025, ketika seorang warga Banyumas bernama Ari Edi Pambudi (44) menjadi korban pengeroyokan oleh individu yang mengaku sebagai mantan ketua salah satu ormas di wilayah Purworejo. Peristiwa tersebut dilaporkan berkaitan dengan persoalan penagihan utang dan saat ini ditangani sesuai proses hukum yang berlaku.
Sementara itu, ketegangan antar kelompok sempat meningkat di wilayah sekitar Purworejo, tepatnya di Magelang, pada akhir Mei 2025. Gesekan yang melibatkan Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) dengan unsur TNI di kawasan Salaman dan Borobudur sempat memicu kewaspadaan di wilayah perbatasan. Informasi tersebut sebelumnya diberitakan oleh detikcom pada 3 Juni 2025.
Secara umum, TNI dan Polri di wilayah Purworejo dinilai bertindak cepat dalam meredam potensi konflik dan menjaga stabilitas keamanan. Upaya preventif dilakukan melalui patroli, komunikasi lintas elemen, serta penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana.
Tokoh masyarakat Purworejo, Muhammad Adi Al Hanro, mengimbau generasi muda agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Desa Pacekelan tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan mendukung peran Polri dalam menjaga keamanan nasional di bawah kewenangan Presiden.
Editor : Joko PirosoFollow Berita iNews Sragen di Google News
Log in