Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Inspiratif Marbot Masjid di Yogyakarta Raih Gelar Doktor UMY
Advertisement . Scroll to see content

Sikapi Jemaah Aolia di Gunungkidul Salat Idulfitri Duluan, Haedar Nashir: Mesti Diajak Dialog

Minggu, 07 April 2024 | 20:53 WIB
  • author Erfan Erlin/Joko P
Sikapi Jemaah Aolia di Gunungkidul Salat Idulfitri Duluan, Haedar Nashir: Mesti Diajak Dialog
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta. Foto/Erfan Erlin/MPI

Haedar juga mendorong organisasi kemasyarakatan dan keagamaan untuk melakukan introspeksi dan mengambil peran dalam membangun masyarakat.

Dia berharap tokoh-tokoh masyarakat dan keagamaan setempat dapat menjadi mediator dan fasilitator dalam menyelesaikan perbedaan melalui dialog.

"Tokoh-tokoh setempat seharusnya bisa menjadi kunci, menjadi mediator, fasilitator, pendamai, penyatu. Kita harus introspeksi, jangan sampai kita tercerabut dari akar keluarga, masyarakat, dan umat," kata Haedar.

Lebih lanjut, Haedar mengingatkan pentingnya toleransi dan dialog dalam kehidupan beragama di Indonesia. Dia menekankan bahwa meskipun Indonesia memiliki masyarakat yang komunal, namun tradisi dialog masih kurang.

"Bukan hanya di tingkat masyarakat tapi juga di tingkat elit, maka perlu menghidupkan tradisi dialog itu jika ada masalah, entah itu terkait keagamaan atau persoalan sosial lainnya, upayakan kedepankan dialog," tambahnya.

Editor: Joko Piroso

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut