get app
inews
Aa Text
Read Next : Menelisik Wacana Pabrik Tas di Guworejo: Alih Fungsi Lahan Hijau Jadi Sorotan

Lahan Pabrik Tas di Guworejo Berstatus Zona Kuning, Swasembada Pangan Terancam?

Selasa, 25 Maret 2025 | 12:36 WIB
header img
Lokasi wacana pabrik tas di Desa Guworejo sudah berstatus zona kuning. (Foto: iNews/Sugiyanto).

SRAGEN, iNewsSragen.id – Wacana pembangunan pabrik tas di Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, kembali menjadi perbincangan hangat.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, lahan yang akan digunakan ternyata sudah berstatus zona kuning. Namun, status ini masih belum cukup untuk menjadikannya kawasan industri, karena untuk itu, lahan harus berstatus zona merah.

Perubahan zonasi ini memicu berbagai pertanyaan, terutama terkait prosedur perizinan serta dampaknya terhadap ketahanan pangan daerah. Sebab, lahan yang sebelumnya merupakan area pertanian produktif kini berada di persimpangan kepentingan antara pembangunan industri dan kebutuhan pangan masyarakat.

Dalam tata ruang wilayah, zona kuning biasanya diperuntukkan bagi permukiman atau kegiatan komersial berskala kecil hingga menengah. Sementara itu, untuk bisa digunakan sebagai kawasan industri, lahan harus terlebih dahulu dikonversi menjadi zona merah, proses yang tidak bisa dilakukan sembarangan tanpa kajian mendalam dan persetujuan dari berbagai pihak.

Hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah pihak pengembang sudah mengajukan perubahan zonasi dari kuning ke merah atau belum. Jika belum, pembangunan pabrik berpotensi dapat melanggar aturan tata ruang yang berlaku.

Kepala Desa Guworejo, Daru Sucondro, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa lahan tersebut memang sudah berstatus zona kuning sejak dulu. Namun, terkait wacana pembangunan pabrik tas, sebelumnya ia mengaku belum pernah menerima tembusan atau koordinasi dari pihak pengembang maupun perwakilannya.

"Lahan kuning dari dulu," kata Daru Sucondro singkat. Rabu (19/3/2025), pekan lalu.

Di tengah situasi ini, muncul kekhawatiran lain yang tak kalah penting, yaitu mengenai dampak perubahan lahan terhadap swasembada pangan.

Desa Guworejo selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan lahan pertanian produktif. Jika alih fungsi lahan ini terus berlanjut, maka akan ada pengurangan signifikan terhadap lahan yang berkontribusi pada produksi pangan lokal.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut