Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pangdam IV/Diponegoro Tutup Open Tournament Pencak Silat Piala Panglima TNI 2026
Advertisement . Scroll to see content

Ngadiman PMI di Korsel Meninggal Akibat Kecelakaan Kerja, Pemerintah Beri Santunan JSK

Rabu, 02 Juli 2025 | 19:15 WIB
  • author Nanang SN
Ngadiman PMI di Korsel Meninggal Akibat Kecelakaan Kerja, Pemerintah Beri Santunan JSK
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding memberikan santunan dan beasiswa dari BPJS Ketenagakerjaan bagi dua orang anak PMI yang meninggal akibat kecelakaan kerja di Korsel.Foto:iNews/ Istimewa

SOLO, iNewsSragen.id - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) berhasil memulangkan jenazah Ngadiman, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di Korea Selatan.

Kedatangan jenazah PMI asal cilacap tersebut diterima langsung oleh Menteri P2MI Abdul Kadir Karding di Gateway Human Remains – Cargo Jenazah, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada Minggu (29/6/2025) petang kemarin.

Selain menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga, Menteri P2MI sekaligus memberikan santunan dan beasiswa bagi dua orang anak almarhum Ngadiman dari BPJS Ketenagakerjaan senilai total Rp 213 juta.

Dalam rilis yang diterima, Rabu (2/7/2025), santunan dan beasiswa yang diberikan merupakan bukti negara hadir memberikan perlindungan secara menyeluruh kepada PMI mulai dari berangkat hingga kembali ke tanah air.

Menurut Menteri P2MI, karena yang bersangkutan berangkat prosedural, maka ada kontrak kerja yang jelas, ada santunan dari BPJS Ketenagakerjaan yang terdiri dari santunan kematian dan santunan beasiswa untuk dua putra putri almarhum.

Ngadiman diketahui merupakan PMI yang diberangkatkan secara resmi oleh pemerintah melalui skema Government to Government (G to G) dengan Korsel, sehingga mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan (JSK) dari BPJS Ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Berdasarkan laporan resmi dari KBRI Seoul, kejadian bermula saat almarhum sedang melakukan pembersihan mesin dari tumpukan kotoran dan sampah. Naas tubuhnya justru terhimpit mesin sehingga membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit.

Meski telah mendapatkan perawatan, namun jiwanya tak terselamatkan. Ngadiman dinyatakan meninggal dunia pada 25 Juni 2025 pukul 10:05 waktu setempat.

Insiden ini tentu menggoreskan duka yang mendalam bagi keluarga, pemerintah, hingga masyarakat Indonesia. Di sisi lain, peristiwa yang dialami almarhum membuktikan pentingnya perlindungan bagi setiap pekerja karena risiko kecelakaan dapat terjadi kapan dan di mana saja.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut