get app
inews
Aa Text
Read Next : Selamat Jalan Kompol Mujiono! Sragen Berduka, Sosok Perwira Panutan Berpulang

Tangis Pecah Sambut Kepulangan Yasmiati, PMI Korban Kebakaran Hongkong

Rabu, 24 Desember 2025 | 17:53 WIB
header img
Tangis keluarga pecah saat peti jenazah Yasmiati, PMI asal Grobogan korban kebakaran di Hongkong, tiba di rumah duka Desa Guyangan, Kecamatan Godong.Foto:iNews

GROBOGAN, iNewsSragen.id - Setelah kurang lebih sebulan menunggu kepastian, jenazah Yasmiati, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, akhirnya tiba di rumah duka. Tangis haru keluarga pecah saat mobil ambulans yang membawa peti jenazah Yasmiati memasuki halaman rumah duka di Desa Guyangan, Kecamatan Godong, Selasa (23/12/2025) sekitar pukul 22.30 WIB.

Di bawah guyuran hujan gerimis, suasana duka menyelimuti kedatangan jenazah PMI yang menjadi korban tragedi kebakaran hebat di Hongkong pada November 2025 lalu. Ayah kandung Yasmiati tampak syok dan nyaris pingsan saat peti jenazah diturunkan dari ambulans. Ia langsung dipapah anak dan kerabat ke dalam rumah.

Sementara sang suami, Karnoto, terlihat berusaha tegar meski matanya berkaca-kaca menahan tangis. Peti jenazah kemudian dibuka, dan satu per satu anggota keluarga mendekat untuk melihat wajah Yasmiati untuk terakhir kalinya.

Karnoto mengaku lega sekaligus sangat berduka setelah penantian panjang akhirnya berakhir. Ia bersyukur jenazah istrinya bisa dipulangkan dan dimakamkan di kampung halaman. Selama hampir satu bulan, keluarga besar diliputi rasa cemas dan panik karena belum ada kepastian kepulangan jenazah dari Hongkong.

“Terakhir komunikasi dua jam sebelum kejadian kebakaran. Setelah itu tidak bisa dihubungi sama sekali. Hampir dua minggu saya coba telepon, tapi tidak pernah tersambung,” ujar Karnoto lirih. Ia mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum istrinya meninggal dunia.

Menurut cerita keluarga, sebelum musibah terjadi Yasmiati sempat menyampaikan rencana cuti dan ingin pulang ke rumah untuk merayakan Lebaran bersama keluarga di Grobogan.

Sementara itu, Amin Susanto, staf Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Grobogan, menjelaskan bahwa proses pemulangan jenazah memakan waktu hingga satu bulan karena menunggu kelengkapan administrasi dan proses identifikasi dari kepolisian Hongkong, serta koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI.

Terkait hak-hak korban, Amin memastikan sebagian sudah diserahkan kepada keluarga, sementara sisanya masih dalam proses. “Kami pastikan seluruh hak almarhumah akan dipenuhi sepenuhnya,” tegasnya.

Jenazah Yasmiati dishalatkan dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum setempat pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Di bawah hujan gerimis, peti jenazah dipanggul keluarga dan warga menuju liang lahat.

Yasmiati diketahui telah bekerja di Hongkong selama sekitar dua setengah tahun melalui perusahaan penyalur resmi di Grobogan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama suami dan dua anaknya yang masih kecil. Meski berat, keluarga mengaku ikhlas melepas kepergian almarhumah untuk selamanya.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut