get app
inews
Aa Text
Read Next : Banjir Besar Rendam Ribuan Rumah di Pekalongan, Ketinggian Air 1,5 Meter

Banjir 1 Meter Rendam Pekalongan, Polisi Gendong Lansia dan Anak Evakuasi Warga

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:21 WIB
header img
Petugas gabungan TNI-Polri mengevakuasi lansia dan anak-anak menggunakan perahu karet saat banjir setinggi satu meter merendam Dukuh Babadan, Desa Sipait, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Minggu (18/1/2026).Foto:iNews/Suryono

PEKALONGAN, iNewsSragen.id - Banjir setinggi satu meter masih merendam permukiman warga di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (18/1/2026). Kondisi terparah terpantau di Dukuh Babadan, Desa Sipait, Kecamatan Siwalan, yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan surut.

Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus berjibaku mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah. Dengan menggunakan perahu karet, petugas menyisir permukiman satu per satu di tengah arus air yang cukup deras.

Sejumlah momen dramatis mewarnai proses evakuasi. Anggota kepolisian tampak menggendong warga lanjut usia (lansia) dan anak-anak untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Langkah tersebut dilakukan lantaran kedalaman air di beberapa titik mencapai dada orang dewasa dan dinilai sangat membahayakan kelompok rentan.

“Prioritas kami adalah evakuasi warga kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga sakit. Personel di lapangan terus bersiaga karena debit air masih fluktuatif,” ujar salah satu petugas di lokasi.

Sebagai bagian dari langkah tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah menyiapkan tiga lokasi pengungsian utama, yakni Aula Kecamatan Siwalan, area pabrik tekstil setempat, serta Masjid Babadan. Ratusan warga kini telah menempati lokasi-lokasi tersebut sambil menunggu kondisi membaik.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf bersama Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir turut meninjau langsung kondisi pengungsi. Selain memastikan evakuasi berjalan lancar, Forkopimda juga menyalurkan bantuan sosial berupa logistik, makanan siap saji, dan kebutuhan pokok.

Tidak hanya fokus pada evakuasi, Polres Pekalongan juga membuka layanan pendukung di posko pengungsian. Fasilitas tersebut meliputi posko kesehatan untuk pemeriksaan medis bagi pengungsi yang mulai mengalami penyakit kulit dan ISPA, layanan trauma healing bagi anak-anak, serta dapur lapangan untuk menjamin kebutuhan konsumsi warga selama masa tanggap darurat.

“Kami menyiagakan personel, dapur lapangan, dan tim kesehatan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” kata AKBP Rachmad C Yusuf.

Sementara itu, Ketua DPRD Pekalongan Abdul Munir mengimbau warga yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Siwalan agar meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, curah hujan di wilayah hulu masih tinggi dan berpotensi memicu banjir susulan dalam beberapa hari ke depan.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut