get app
inews
Aa Text
Read Next : WYIE 2025 di Kuala Lumpur, 4 Tim Mahasiswa UMS Sabet Medali Emas

UMS Berpeluang Panen Guru Besar, Ketua LLDIKTI Wilayah VI Jateng Soroti Potensi 855 Dosen

Selasa, 20 Januari 2026 | 18:14 WIB
header img
Upacara pengukuhan lima guru besar baru UMS.Foto:iNews/ Nanang SN

SUKOHARJO,iNewsSragen.idUniversitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dinilai memiliki peluang besar untuk “panen” guru besar dalam dua tahun ke depan. Penilaian tersebut disampaikan Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Aisyah Endah Palupi, M.Pd, saat menghadiri pengukuhan lima guru besar UMS dalam Sidang Senat Terbuka di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Selasa (20/1/2026).

Aisyah menyebutkan, dengan jumlah dosen mencapai 855 orang, UMS memiliki modal sumber daya manusia yang sangat kuat untuk mempercepat lahirnya profesor-profesor baru.

“Dengan jumlah dosen sebanyak itu, UMS sangat berpeluang menambah banyak guru besar dalam dua tahun ke depan. Pengukuhan lima guru besar hari ini adalah bukti nyata kekuatan akademik UMS,” ujarnya.

Menurut Aisyah, ini merupakan kali kedua dirinya menghadiri pengukuhan guru besar di UMS selama menjabat sebagai Ketua LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah. Ia menilai capaian tersebut mencerminkan iklim akademik yang sehat dan produktif.

Ia juga menekankan adanya peluang besar bagi dosen non-ASN untuk meraih jabatan guru besar seiring terbitnya Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025.

“Jabatan guru besar untuk non-ASN tidak lagi dibatasi usia dan golongan. Bahkan golongan III C dan III D sudah bisa menjadi guru besar. Ini peluang yang harus dimanfaatkan perguruan tinggi swasta, termasuk UMS,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum, menyampaikan rasa syukur atas pengukuhan lima guru besar tersebut. Dengan penambahan ini, UMS kini memiliki 70 guru besar.

“Ini sejalan dengan visi 'One UMS One Guru Besar'. Kami berharap pengukuhan ini mendorong percepatan para lektor kepala untuk segera mengajukan jabatan guru besar,” ungkapnya.

Adapun lima guru besar yang dikukuhkan berasal dari berbagai bidang keilmuan strategis, yaitu:

1. Prof. Dr. Ir. Suranto, S.T., M.M., M.Si.

   Guru Besar ke-66 UMS, dengan orasi ilmiah berjudul “Inkubator Bisnis Berbasis Teknologi (Technopreneurship), Menuju Kemandirian Lulusan (Potensi dan    Tantangannya)”.

2. Prof. Ir. Eko Setiawan, S.T., M.T., Ph.D.

   Guru Besar ke-67 UMS, menyampaikan karya bertajuk “Hidup Berdampingan dengan Risiko Bencana: Ikhtiar Menuju Masyarakat Tangguh Bencana”.

3. Prof. Heru Supriyono, S.T., M.Sc., Ph.D.

   Guru Besar ke-68 UMS, dengan karya ilmiah “Aplikasi Instrumentasi dan Kendali dalam Berbagai Bidang di Era Internet of Things (IoT) untuk Mendukung           Pembangunan Berkelanjutan”.

4. Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, SST.FT., Ftr., M.Kes.

   Guru Besar ke-69 UMS, melalui karya “Neurorestorasi Pasca Stroke: Strategi Fisioterapi untuk Meningkatkan Fungsi Optimal”.

5. Prof. Andri Nirwana, S.Th., M.Ag., Ph.D.

   Guru Besar ke-70 UMS, dengan karya “Ilmu Tafsir dan Tanggung Jawab Etika Kebangsaan: Membaca Asta Cita dalam Horizon Al-Qur’an”.

Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Guru Besar dan riwayat hidup oleh Sekretaris Senat UMS Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum, dilanjutkan pemutaran video profil serta pidato singkat para guru besar. Pengalungan samir guru besar dilakukan oleh Ketua Senat UMS Prof. Dr. Absori, S.H., M.Hum.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut