get app
inews
Aa Text
Read Next : Muscab Peradi Sragen Digelar 14 Februari 2026, Bursa Calon Ketua Mulai Menghangat

Aksi Kepala Desa Ngepringan Terpeleset di Kubangan Jalan Rusak Jadi Sorotan Publik

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:46 WIB
header img
Kepala Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Sragen, terpeleset di kubangan lumpur saat melintas di ruas jalan kabupaten Mlale–Ngepringan yang rusak parah, Selasa (20/1/2026).Foto:iNews/Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.id - Aksi Kepala Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik setelah video dirinya terpeleset dan mandi di kubangan lumpur viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di ruas jalan kabupaten Mlale–Ngepringan yang kondisinya rusak parah, Selasa (20/1/2026).

Dalam rekaman warga, Kepala Desa Ngepringan Sunarso terlihat mengenakan pakaian dinas lengkap saat terpeleset di jalan berlumpur yang menyerupai kubangan. Sunarso menegaskan peristiwa itu tidak direncanakan sebagai aksi demonstratif, melainkan terjadi spontan ketika dirinya hendak berangkat kerja.

“Awalnya saya kepleset di sebelah sana, lalu jatuh di sini. Karena memang sudah terlanjur basah dan kondisi jalannya parah, akhirnya sekalian di situ,” ujar Sunarso, Rabu (21/1/2026).

Sunarso menjelaskan, ruas jalan Mlale–Ngepringan terakhir mendapat penanganan sekitar lima tahun lalu. Jalan tersebut sebelumnya diaspal, namun sejak 2019 kondisinya terus mengalami kerusakan hingga semakin parah.

“Ini tambal sulam dari warga. Kalau panen tebu, masyarakat swadaya patungan beli urug supaya jalan bisa dilewati,” katanya.

Menurutnya, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama warga menuju kecamatan, pasar, rumah sakit, hingga pusat pemerintahan kabupaten. Status jalan juga merupakan jalan kabupaten, sesuai dengan surat keputusan (SK) ruas Ngepringan–Bago dan Bago–Mlale.

Sunarso menyebut panjang jalan rusak mencapai sekitar tujuh kilometer. Kondisi tersebut kerap memicu kecelakaan lalu lintas, mulai dari kendaraan terpeleset, ban pecah, velg rusak, hingga kendaraan mogok akibat kebocoran oli.

“Sering terjadi kecelakaan. Bahkan kendaraan tamu juga sering rusak. Kalau hujan, jalan ini tidak bisa dilewati karena banjir lumpur,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti dampak serius bagi warga, terutama anak sekolah dan masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan. Sunarso mengaku pernah mendengar warga sakit yang tidak sempat tertangani optimal akibat kondisi jalan yang rusak.

Terkait rencana pembangunan, Sunarso menyebut sempat ada papan proyek yang menyatakan jalan tersebut masuk tahap lelang pada 2025. Namun hingga 2026, pembangunan tak kunjung terealisasi dengan alasan refocusing anggaran.

“Harapan kami sederhana, jalan ini dibenahi agar layak dilewati. Tidak perlu mewah, yang penting aman dan tidak becek,” tegasnya.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut