Warga Tanam Pisang, DPU Sragen Lakukan Penanganan Darurat Jalan Sumberlawang
Lebih lanjut, Aribowo mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama penyebab cepatnya kerusakan jalan di kawasan tersebut adalah tingginya volume kendaraan berat, khususnya truk bertonase besar yang melintas di ruas jalan kabupaten.
Menurutnya, jalan di wilayah Sumberlawang merupakan jalan kelas III yang tidak diperuntukkan bagi kendaraan berat. Seharusnya, kendaraan bertonase besar melintas melalui jalur provinsi, seperti rute Gabugan–Gemolong. Namun, masih banyak pengemudi yang memilih jalur alternatif melalui jalan kabupaten.
“Kami sudah memasang rambu pembatas kelas jalan. Untuk penindakan dan pengaturan lalu lintas, kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan sebagai instansi yang berwenang,” pungkasnya.
Editor : Joko Piroso