Dorong Masjid di Pemda Terpadu, DPRD Sragen Ingatkan Glowingisasi Tak Cukup Bangun Fisik
SRAGEN, iNewsSragen.id - Semangat penataan estetika atau glowingisasi Kabupaten Sragen diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik perkantoran dan fasilitas sanitasi semata. Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, anggota Fraksi PKS DPRD Sragen, Agus Aji Kuncoro, mendorong agar transformasi wajah kota juga menyentuh pemenuhan kebutuhan spiritual masyarakat.
Setelah Pemerintah Kabupaten Sragen menghadirkan fasilitas toilet publik berkonsep estetis di lingkungan pemerintahan, Aji menilai langkah lanjutan yang tak kalah penting adalah penyediaan rumah ibadah di kawasan strategis, khususnya Kompleks Pemda Terpadu.
Menurut Aji, Kompleks Pemda Terpadu merupakan pusat aktivitas pemerintahan yang setiap hari dipadati ribuan aparatur sipil negara (ASN) serta masyarakat yang mengurus layanan administrasi. Namun hingga kini, kawasan tersebut belum memiliki masjid representatif yang dapat diakses dengan mudah oleh publik.
“Kompleks ini adalah jantung aktivitas pemerintahan. Sangat disayangkan jika area perkantoran sebesar ini belum memiliki masjid yang layak dan representatif,” ujar Aji, Sabtu (awal Ramadan 1447 H).
Ia menambahkan, aspirasi pembangunan masjid di lingkungan Pemda Terpadu juga banyak disampaikan warga saat kegiatan reses maupun dialog langsung dengan masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah seharusnya berjalan seimbang antara aspek fisik, estetika, dan kebutuhan religi.
Aji menyoroti sejumlah alasan mengapa masjid di kawasan tersebut perlu menjadi prioritas. Selain letaknya yang strategis dan berdekatan dengan Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS), keberadaan masjid dinilai mampu menjadi solusi kepadatan jamaah saat pelaksanaan Salat Jumat. Dengan demikian, ASN dan masyarakat tidak perlu lagi memanfaatkan aula atau menempuh jarak jauh untuk beribadah.
Dari sisi tata ruang, Aji menilai ketersediaan lahan di lingkungan Pemda Terpadu masih memungkinkan untuk pengembangan rumah ibadah tanpa mengganggu fungsi perkantoran.
Usulan tersebut, kata dia, bukan semata membangun gedung, melainkan bagian dari visi pengembangan kota yang inklusif dan berkelanjutan. Aji berharap Pemerintah Kabupaten Sragen dapat merancang masjid yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai arsitektur yang selaras dengan wajah baru kota.
“Glowingisasi Sragen jangan hanya soal tampilan fisik. Kenyamanan spiritual masyarakat juga harus difasilitasi. Masjid ini nantinya menjadi fasilitas publik yang melengkapi wajah Sragen sebagai kota yang ramah dan berimbang,” pungkasnya.
Editor : Joko Piroso