get app
inews
Aa Text
Read Next : Eks Karyawan Sritex Gelar Upacara HUT RI ke-80 di Depan Pabrik, Air Mata Iringi Lagu Tanah Airku

Tandai 1 Tahun PHK Sritex, Eks Buruh Turun ke Jalan Desak Kurator Segera Bayar Pesangon

Sabtu, 28 Februari 2026 | 23:04 WIB
header img
Aksi damai di bulan Ramadan, eks pekerja Sritex menuntut kurator segera membayar pesangon. (Foto:iNews/ Nanang SN).

SUKOHARJO,iNewsSragen.id – Tepat setahun sejak gelombang PHK massal mengguncang PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), puluhan eks pekerja kembali turun ke jalan. Mereka menggelar aksi damai di Jalan Samanhudi, tepat di depan gerbang bekas pabrik, Sabtu (28/2/2026) sore. Mereka menuntut kurator segera membayarkan hak pesangon yang hingga kini belum mereka terima.

Aksi kali ini memang tak sebesar sebelumnya karena bertepatan dengan bulan Ramadan. Namun semangat massa tak surut. Spanduk bertuliskan “Satu Tahun Sritex Tumbang, Satu Tahun Hak Tak Kunjung Datang” terpasang di pagar pabrik, menjadi latar simbolik perjuangan mereka. Bendera Merah Putih dan panji aliansi eks buruh berkibar mengiringi orasi, pembacaan puisi, hingga doa bersama.

Aksi damai yang mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Sukoharjo itu berakhir menjelang waktu berbuka puasa, bersamaan dengan turunnya hujan.

Koordinator aksi, Agus Wicaksono, menegaskan bahwa momen ini menjadi penanda satu tahun para buruh kehilangan pekerjaan sekaligus setahun menanti kepastian pembayaran hak.

“Hari ini satu tahun kami menjalani PHK. Ini pengingat bahwa kami pernah bekerja di dalam pabrik itu, dan sekarang kami masih menunggu hak kami,” ujarnya di sela aksi.

Agus menyebut kurator sudah dua kali melakukan lelang kendaraan aset perusahaan. Namun hasilnya dinilai jauh dari harapan. Dari sekira 72 unit kendaraan roda empat yang dilelang, hanya sebagian kecil yang terjual.

“Lelang pertama hanya laku lima unit, lelang kedua enam unit. Itu sangat tidak signifikan dan mengecewakan kami,” tegasnya.

Para eks pekerja kini menaruh harapan pada lelang ketiga. Mereka mendesak agar tak hanya kendaraan yang dijual, melainkan seluruh aset pailit agar hasilnya maksimal dan mampu menutup kewajiban pembayaran pesangon.

Selain mendesak percepatan pembayaran pesangon, massa juga menuntut transparansi informasi dari kurator terkait progres pemberesan harta pailit.

“Kami mengingatkan kurator, segeralah membayarkan hak-hak kami. Sudah satu tahun kami menunggu dalam ketidakpastian. Kami butuh kejelasan dan keterbukaan,” pungkas Agus.

Aksi ini menjadi pengingat bahwa setahun berlalu sejak tumbangnya raksasa tekstil tersebut, namun perjuangan eks pekerja untuk memperoleh haknya masih jauh dari kata usai.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut