get app
inews
Aa Text
Read Next : Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Bantul, Pohon Sono Kapuk Tumbang Tutup Jalur ke Parangtritis

Longsor Ancam Permukiman di Tanon Sragen, 2 KK Bongkar Rumah dan Mengungsi

Jum'at, 17 April 2026 | 19:36 WIB
header img
Warga membongkar rumah yang terdampak longsor di Dukuh Banyuurip, Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Sragen.Foto; Istimewa

SRAGEN, iNewsSragen.idHujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sragen dalam sepekan terakhir memicu bencana tanah longsor di Dukuh Banyuurip, Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Peristiwa ini mengancam permukiman warga hingga memaksa dua kepala keluarga (KK) membongkar rumah mereka demi keselamatan.

Bencana mulai terdeteksi sejak Minggu (12/4/2026) sore, ditandai munculnya retakan tanah di sekitar permukiman warga. Kondisi tersebut terus memburuk seiring hujan yang mengguyur tanpa henti hingga pertengahan pekan.

Salah satu warga terdampak, Toni Arianto, mengungkapkan retakan tanah awalnya hanya kecil, namun cepat melebar setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

“Awalnya retak kecil, tapi setelah hujan deras, retakannya makin lebar sekitar satu jengkal,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Puncak kejadian terjadi pada Rabu (15/4/2026), ketika struktur tanah mulai ambles hingga kedalaman sekitar dua meter, terutama di bagian belakang rumah yang berdekatan dengan kamar mandi. Pergerakan tanah yang terus berlangsung membuat bangunan milik Jumirin (54) dan Firiyanto (30) tidak lagi aman untuk dihuni.

Mengantisipasi risiko yang lebih besar, kedua keluarga tersebut memilih melakukan evakuasi mandiri. Total enam jiwa kini mengungsi ke rumah kerabat di lokasi yang lebih tinggi dan dinilai lebih aman.

“Sementara kami mengungsi ke rumah keluarga di atas, karena tanah di sini masih terus bergerak,” tambah Toni.

Sekretaris Desa Kalikobok, Agus Salim, menyampaikan bahwa pemerintah desa bersama tim terkait langsung melakukan kaji cepat begitu menerima laporan warga. Sebagai langkah penanganan darurat, kerja bakti pembongkaran rumah terdampak dilakukan secara gotong royong pada Jumat (17/4/2026).

“Pembongkaran dilakukan bersama melibatkan TNI, Polri, relawan, pemerintah desa, dan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen, Triyono Putro, menyebutkan hasil asesmen sementara menunjukkan kerugian material akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp50 juta.

Meski tidak ada korban jiwa, BPBD mengingatkan potensi longsor susulan masih cukup tinggi mengingat kondisi cuaca yang belum stabil. Tim gabungan saat ini masih disiagakan di lokasi untuk memantau perkembangan tanah serta menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan durasi lama, guna menghindari risiko bencana serupa.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut